“Mobil lama masih bagus, tinggal dicuci dan diperbaiki sedikit. Anggaran itu lebih baik dipakai membantu masyarakat, termasuk jamaah haji,” tegas Wali Kota yang langsung disambut apresiasi oleh para undangan.

Kepada para jamaah, dr. Christian mengingatkan bahwa haji adalah perjalanan spiritual yang memerlukan kesabaran tinggi, mengingat masa tunggu di Kota Kupang yang bisa mencapai belasan tahun. Ia berpesan agar para jamaah menjaga kesehatan, kedisiplinan, serta menjaga wibawa Kota Kupang di Tanah Suci.

“Kita tunjukkan bahwa jamaah haji asal Kupang punya wibawa, tertib, dan saling membantu. Itu ciri khas orang Kupang,” ujarnya.

Sembari memberikan imbauan praktis seperti mengingatkan jamaah agar tidak membawa barang bawaan berlebih, Wali Kota menutup sambutannya dengan permohonan doa agar jajaran pemerintah diberikan kebijaksanaan dalam memimpin.

Profil Jamaah Haji Kota Kupang 2026

Berdasarkan laporan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Kupang, H. Marhaban Adhang, SH, total 159 jamaah tahun ini terdiri dari: