Kupang, KN – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Rumat, menyatakan dukungannya terhadap Frans Sales Sodo untuk ditetapkan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT.
Dukungan tersebut disampaikan, setelah Panitia Seleksi (Pansel) menetapkan tiga calon Sekda, dengan Frans Sales Sodo menempati peringkat pertama dengan nilai tertinggi.
Selain Frans Sales Sodo, dua nama lain yang masuk dalam tiga besar adalah Servulus Bobo Riti di peringkat kedua dan Ruth Diana Laiskodiat di peringkat ketiga.
“Fransiskus Sales Sodo layak kita dorong untuk menjadi Sekda terpilih. Namun, kami tetap menghargai dua kandidat lainnya. Keputusan akhir tetap berada di pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri,” ujar Yohanes Rumat, Kamis (8/1/2025).
Menurut Yohanes, sebagai anggota DPRD, ia memiliki pandangan dan tanggung jawab moral untuk mendorong figur Sekda yang mampu membawa NTT ke arah yang lebih baik, terutama dalam mendukung target besar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dicanangkan Gubernur NTT sebesar Rp2,8 triliun.
“Target PAD yang sangat besar ini membutuhkan tim yang kuat dan solid. Hubungan antara Gubernur dan Sekda tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan seiring,” jelasnya.
Ia menilai, Sekda NTT ke depan harus berasal dari figur muda yang memiliki kapasitas, pengalaman birokrasi yang kuat. Selain itu, harus mampu mengelola aparatur sipil negara (ASN) tanpa menimbulkan konflik internal.
Untuk menghindari potensi konflik kepentingan, ia berpandangan bahwa, figur dari luar lingkup internal Pemprov NTT lebih tepat dipertimbangkan.
“Selama ini, konflik kepentingan kerap terjadi dalam pengangkatan pejabat eselon II, III, dan IV. Karena itu, kami menilai figur dari luar akan lebih objektif,” katanya.
Yohanes juga menyoroti pengalaman Frans Sales Sodo yang pernah menjabat sebagai Sekda Kabupaten Manggarai Barat. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat relevan karena Frans Sales Sodo terbukti mampu meningkatkan PAD di wilayahnya hingga melampaui capaian provinsi.
“Pengalamannya di Manggarai Barat, termasuk dalam melayani agenda nasional dan internasional, menjadi modal penting untuk membantu Gubernur mencapai target PAD sebesar Rp2,8 triliun,” tambahnya.
Selain itu, ia menilai pentingnya regenerasi kepemimpinan birokrasi di NTT. Frans Sales Sodo dianggap sebagai sosok muda yang memiliki semangat membangun daerah dan memahami tata kelola pemerintahan.
“Kita tidak boleh gagal menyiapkan generasi penerus yang memahami birokrasi dan memiliki integritas,” tegas Yohanes.
Frans Sales Sodo Raih Nilai Tertinggi
Sementara itu, Ketua Tim Panitia Seleksi Sekda NTT, Prof. Alo Liliweri, menjelaskan bahwa penetapan tiga calon teratas dilakukan berdasarkan hasil kompilasi penilaian kuantitatif dan kualitatif.
Tiga nama tersebut adalah Fransiskus Sales Sodo (Sekda Kabupaten Manggarai Barat), Servulus Bobo Riti (Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/P2MI RI), dan Ruth Diana Laiskodiat (OPD Provinsi NTT).
“Penetapan tiga besar ini berdasarkan nilai hasil seleksi. Selanjutnya, Gubernur atau Wakil Gubernur masih dapat melakukan penilaian kualitatif tambahan terhadap ketiga calon,” jelas Prof. Alo.
Ia menegaskan bahwa Tim Pansel telah menyerahkan berita acara hasil seleksi kepada Gubernur NTT melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTT.
“Itu merupakan hasil akhir kerja Tim Pansel. Tahapan selanjutnya, Gubernur akan mengusulkan satu nama kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri,” pungkasnya. (*)

