Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan 30 Unit Rumah Layak Huni untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Penyerahan kunci rumah secara simbolis dari Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo kepada masyarakat Kota Kupang. (Foto: Dok. Istimewa)

Kupang, KN – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyeraknan secara sumbolis 30 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan korban bencana, Sabtu (27/12/2025).

Penyerahan rumah layak huni ini berlangsung di Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, dan merupakan salah satu upaya pemerintah Kota Kupang menekan angka kemiskinan di Kota Kupang.

Dalam sambutannya Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan, bantuan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bukan sekadar penyerahan kunci bangunan, melainkan simbol kehadiran, kepedulian, dan kasih pemerintah kepada warganya yang membutuhkan.

“Rumah ini bukan hanya bangunan fisik. Rumah adalah lambang keluarga, tempat kita kembali setelah seharian bekerja, tempat berbagi kasih, saling menguatkan, dan berjuang bersama. Inilah makna rumah yang sesungguhnya,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia menjelaskan, tema Natal tahun ini “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” sangat sejalan dengan program bantuan perumahan tersebut. Menurutnya, rumah bukan hanya house secara fisik, tetapi home yang memiliki jiwa, bernyawa, dan menjadi pusat tumbuhnya iman serta harapan keluarga.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa pemerintah memahami betul perjuangan hidup masyarakat penerima manfaat. Banyak di antara mereka yang sebelumnya tinggal di rumah dengan atap bocor, lantai tanah, bahkan terdampak banjir.

“Perjuangan hidup itu tidak mudah, tetapi hari ini harapan tidak hanya tinggal dalam doa. Harapan itu hadir nyata di tengah-tengah kita,” katanya.

BACA JUGA:  Polemik Akses Jalan di Alak Antara Warga dan Toko NAM, Sam Haning: Janji Harus Ditepati!

Dalam kesempatan itu, dr. Christian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk tetap memprioritaskan bantuan rumah meskipun menghadapi keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi.

Ia mengungkapkan, pemerintah memilih melakukan penghematan besar, termasuk memangkas perjalanan dinas dan tidak membeli mobil dinas baru, demi memastikan program rumah rakyat tetap berjalan.

“Satu mobil dinas bisa menghabiskan sekitar Rp800 juta. Kami memilih berkorban supaya bantuan seperti ini tidak hilang. Bantuan rumah tidak boleh kurang satu rupiah pun,” tegasnya.

Setiap unit rumah, lanjut Wali Kota, dibangun dengan anggaran Rp80 juta, namun kualitasnya jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia memastikan rumah-rumah tersebut dibangun dengan material dan hasil yang layak, aman, dan manusiawi.

“Saya minta Bapak Mama jaga rumah ini baik-baik. Rawatlah dengan cinta. Jadikan tempat tumbuhnya iman, pengharapan, dan masa depan anak-anak,” pesannya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga harapan di tengah segala keterbatasan serta bersama-sama membangun Kota Kupang sebagai Kota Kasih.

“Tanpa harapan, sesungguhnya kita sudah mati. Mari kita jaga harapan itu bersama. Selamat Natal, Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya. (ht/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS