Kupang, KN — Pemerintah Kota Kupang, kembali menegaskan komitmennya, dalam pelestarian budaya, sebagai bagian dari wujud nyata program serta visi dan misi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis.
Hal ini tampak dalam pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan Lasiana, yang berlangsung Kamis (27/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025), di La Cove Beach Resto & Bar, Pantai Lasiana, Kota Kupang.
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Pelt, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Festival Budaya Lasiana, menyampaikan apresiasi, kepada seluruh pihak yang turut mendukung terselenggaranya festival tersebut.
Ia menegaskan bahwa, kegiatan budaya tingkat kelurahan, merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Kupang, untuk mengenalkan identitas budaya lokal, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya, memperkuat kesejahteraan, serta membangun kerja sama antarwarga. Dua hari mungkin belum cukup, namun ke depan kami ingin festival berlangsung lebih panjang agar anak-anak muda benar-benar memahami budaya dan menjadikannya modal ekonomi, termasuk melalui kuliner dan usaha kreatif,” ujar Jefri Pelt.
Ia menekankan, budaya merupakan benteng dalam menghadapi perubahan zaman, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap pengaruh gaya hidup modern.
“Di dalam budaya ada pesan, nilai kebersamaan, spiritualitas, dan keselarasan dengan alam. Inilah dasar peradaban. Pemerintah Kota akan terus melakukan evaluasi melalui Dinas Pariwisata, untuk merancang festival yang lebih baik,” tegasnya.
Perwakilan tokoh masyarakat Lasiana, Dion Moi, turut menyampaikan harapannya agar potensi budaya dan wisata di wilayahnya, dapat dikelola lebih optimal dan berdampak langsung pada masyarakat kecil, khususnya pelaku UMKM.
“Lasiana adalah gudang adat dan budaya, tetapi angka kemiskinan masih tinggi. Kami berharap pemerintah membantu, agar keluarga yang menggantungkan hidup pada kegiatan ekonomi wisata juga bisa merasakan manfaat. Bahkan pemukul gong saja kini sudah tidak ada,” ujar Dion dengan nada haru.
Ia meminta agar Pemkot Kupang lebih memperhatikan keberlangsungan ekonomi warga lokal serta pelestarian tradisi yang mulai hilang.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekda Kota Kupang, Jefri Pelt memastikan bahwa, seluruh masukan dari warga akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi NTT serta dinas terkait.
Pemkot Kupang, katanya, berkomitmen untuk memperkuat sektor UMKM, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat, dari kegiatan pariwisata dan kebudayaan.
“Saya sudah mencatat semuanya. Semua potensi yang ada tidak boleh hanya menjadi tontonan, tetapi harus menjadi tumpuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Jefri juga menyebut bahwa, meski Pemkot tengah menghadapi efisiensi anggaran akibat pengurangan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp204 miliar, komitmen untuk membangun kota melalui sektor budaya tidak akan surut. Pemerintah akan tetap memaksimalkan pembiayaan sesuai mekanisme yang diizinkan.
Festival Budaya Lasiana mengusung tema “Pesona Lasiana: Harmoni Seni dan Budaya”, sejalan dengan visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, yang menempatkan pelestarian budaya sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia dan pariwisata kota.
“Tema dan lokasi festival ini sangat bagus. Terima kasih kepada semua yang telah bekerja keras. Salam hormat dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang,” tutup Jefri.
Festival ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya bukan hanya warisan, tetapi juga masa depan, penopang identitas, harmoni sosial, dan ekonomi kreatif masyarakat Kota Kupang. (AGN/ADV)

