Ia menyebut arah perubahan yang sedang digagas sebagai “revolusi tata kelola”. “Revolusi berarti yang lama jangan menahan yang baru. Semua harus dijalankan dengan integritas, disiplin, dan semangat melayani rakyat. Tidak boleh ada ruang bagi praktik lama yang mencederai kepercayaan publik,” tegasnya lagi.

Gubernur Melki berharap, transformasi ini akan menjadikan Bank NTT sebagai lembaga keuangan yang sehat, bersih, modern, dan membanggakan.

“Kalau Bank NTT sehat, yang pertama menikmati hasilnya adalah para pegawai dan masyarakat NTT sendiri,” pungkasnya.

Di akhir pertemuan, Gubernur Melki Laka Lena mengajak seluruh jajaran Bank NTT, untuk bekerja dengan semangat baru.

“Mari kita jadikan Bank NTT lebih dekat dengan hati rakyat dan lebih hadir dalam denyut ekonomi Nusa Tenggara Timur,” tutupnya. (*)