“PLN berharap dari tangan-tangan perempuan Lifuleo akan lahir produk-produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi desa, sekaligus menjadi simbol kemandirian dan semangat berdaya perempuan Nusa Tenggara,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan PLN untuk mendukung keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (Humas PLN)