Salah satu peserta pelatihan, Ola, mengungkapkan rasa antusias dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini.

“Pelatihan ini sangat membantu kami. Sekarang kami bisa menggunakan alat-alat modern untuk mengolah hasil laut menjadi produk siap jual. Kami juga dibimbing langsung membuat bakso ikan, abon tuna, nugget ikan, dan mie rumput laut,” ujar Ola.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi bagian dari komitmen PLN UIP Nusra dalam memberdayakan perempuan pesisir sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Melalui sinergi antara PLN, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Desa Eco-Bahari Lifuleo diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kelautan menjadi kekuatan ekonomi baru.

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah pesisir.

“PLN berharap dari tangan-tangan perempuan Lifuleo akan lahir produk-produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi desa, sekaligus menjadi simbol kemandirian dan semangat berdaya perempuan Nusa Tenggara,” ujar Rizki.