Menurut Rico, prosesi pelantikan ini membuatnya terharu karena di tengah keterbatasan waktu ayah dan adik serta kerabatnya meski jauh-jauh dari pelosok kampung di NTT berkenan hadir dalam momen membahagiakan itu. Ia juga meniatkan diri sekaligus mempersiapkan mental psikologi dengan baik agar mewujudkan niatnya menjadi abdi negara di tubuh TNI AD.

“Saya sudah meniatkan diri mendaftar kemudian mengikuti semua tahapan seleksi dengan disiplin tinggi menjadi anggota TNI AD. Bapa dan mama saya juga sangat mendukung dalam doa. Begitu juga keluarga dan sanak saudara di kampung halaman sangat mendukung sehingga saya juga berjuang sekuat tenaga untuk memastikan bahwa meski berasal dari kampung saya juga bisa seperti teman-teman lain dari daerah di Indonesia,” kata Rico.

Sedangkan Martinus Boli Wuwur mengatakan, putranya, Rico menyampaikan niat untuk mengikuti seleksi menjadi anggota TNI AD. Sebagai orangtua, Martinus mengaku ia dan istrinya mendukung pilihan niat sang putra mewujudkan cita-citanya. Tetapi, ia mengaku mengingatkan agar sang putra disiplin dan fokus meraih cita-cita yang diimpikan.

“Saat Rico menyampaikan niatnya mengikuti seleksi kami mendukungnya dalam doa. Kami juga mengingatkan agar dia tetap fokus mengikuti seleksi dengan baik mengingat dalam tubuh TNI disiplin, kerja keras, dan sabar adalah aspek penting. Kami beritahu, dalam tugas apapun doa dan sikap rendah hati serta hormat kepada orang lain tidak boleh diabaikan,” ujar Agustinus, petani kecil yang berhenti di kelas II SMP Lamaholot Boto (kini, SMP Negeri II) Nagawutun, Lembata.

Martinus juga mengingatkan Rico dan kakak serta dua adiknya agar doa, tekun belajar, kerja keras, disiplin, dan merawat persahabatan adalah modal meraih cita-cita. Mantan buruh migran Indonesia di tanah Jiran Malaysia ini selalu menasehati anak-anaknya bahwa sukses juga ditentukan dari masing-masing pribadi.

“Setiap hari saya dan istri berada di kebun menggeluti profesi sebagai petani. Terik matahari dan dingin sudah menjadi teman setia kami sebagai petani sehingga anak-anak harus memanfaatkan waktu belajar dengan baik kalau ingin meraih cita-cita. Dunia sangat maju dan pendidikan adalah garansinya,” kata Martinus, petani kecil di Desa Liwulagang, Nagawutun, Lembata.