Lewoleba, KN— Sebanyak 4.487 pekerja rentan di Kabupaten Lembata kini resmi mendapatkan perlindungan sosial melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Program ini merupakan hasil kolaborasi cerdas antara Pemerintah Kabupaten Lembata, BPJS Ketenagakerjaan, dan Bank NTT.
Peluncuran program ini berlangsung di Aula Anton Onga Tifaona, Lewoleba, Selasa (2/9/2025) sore, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, Kepala Dinas Nakertrans, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maumere, Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, para Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Lembata, serta para peserta program.
Acara peluncuran ditandai dengan penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga peserta, dilakukan langsung oleh Wakil Bupati bersama para pejabat terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nasir menegaskan pentingnya jaminan sosial sebagai hak dasar setiap warga negara.
“Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, dan peternak kini memiliki perlindungan atas berbagai risiko kerja. Ini memberi rasa aman dan kepastian bagi masa depan mereka,” ujar Nasir.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun program ini telah menjangkau ribuan pekerja, jumlah tersebut masih belum sebanding dengan total pekerja informal di Lembata.
Untuk itu, Pemkab Lembata akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT guna meningkatkan kuota penerima manfaat di tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maumere, Ade Aryan Manala Tandi, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Lembata.
Ia menjelaskan bahwa program ini mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), dengan iuran hanya Rp16.800 per bulan.
“Manfaat yang diterima cukup signifikan. Jika peserta meninggal dunia, ahli waris bisa menerima santunan hingga Rp42 juta. Selain itu, anak dari peserta aktif selama tiga tahun juga berhak mendapatkan beasiswa pendidikan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi selama lima tahun,” jelas Ade.
Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Ekber Balukh, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 4.487 rekening baru untuk menyalurkan dana program ini secara langsung kepada peserta.
“Kami siap memastikan proses penyaluran klaim berjalan cepat, aman, dan mudah diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Program ini disambut antusias oleh masyarakat yang hadir, karena dianggap sebagai langkah nyata pemerintah dalam melindungi pekerja rentan serta menghadirkan kepastian kesejahteraan sosial di Kabupaten Lembata.
Acara diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar program ini terus berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. (*)

