Meskipun tahun sebelumnya Bank NTT berada di peringkat pertama, pergeseran ke posisi kedua kali ini bukan karena penurunan kinerja, melainkan akibat ketatnya persaingan antar lembaga keuangan yang sama-sama berkomitmen mendukung jaminan sosial ketenagakerjaan. “Kami terima hasil ini dengan lapang dada dan akan terus memperkuat peran melalui program-program inovatif,” imbuhnya.

Sebagai mitra strategis, Bank NTT turut ambil bagian penting dalam program tersebut dengan membuka 100 ribu rekening baru bagi pekerja rentan yang diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Rekening ini akan digunakan untuk mendukung pencairan manfaat sosial dan turut meningkatkan inklusi keuangan serta literasi menabung di kalangan masyarakat.

Kolaborasi antara Bank NTT, BPJS Ketenagakerjaan, dan Pemerintah Provinsi NTT diharapkan terus berlanjut dan berkembang, demi mewujudkan sistem perlindungan sosial yang komprehensif, berkelanjutan, dan berdampak luas.

Sementara itu, Ketua Panitia Paritrana Award 2024 Provinsi NTT, Wawan Burhanuddin, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah, desa, dan pelaku usaha yang aktif mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Proses seleksi dilakukan oleh Tim 9 tingkat provinsi, terdiri dari Sekda NTT sebagai ketua, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT sebagai sekretaris, serta unsur Dinas Tenaga Kerja, APINDO, SPSI, Dewan Pengupahan, akademisi, ahli hukum, dan tokoh DPRD.

Penilaian dilakukan terhadap 22 pemerintah kabupaten/kota dan berbagai sektor usaha—keuangan, pendidikan, perdagangan, jasa, pertanian, hingga manufaktur.

“Kami telah mewawancarai dan menilai para kandidat pada 24–26 Juni 2025. Pemenang tingkat provinsi akan kami kirim ke pusat untuk bersaing di tingkat nasional. Semoga NTT bisa mengharumkan nama di Istana Negara,” ujar Wawan.

Ia menambahkan bahwa pembiayaan seluruh rangkaian kegiatan Paritrana Award ini ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. (*)