Ia juga mengumumkan bahwa sosialisasi serupa akan digelar di Waingapu dalam waktu dekat, serta penandatanganan MOU dan PKS dengan seluruh BPMJ dijadwalkan berlangsung pada Convent Tahunan GKS Oktober 2025 di GKS Lamboya.

Dalam sesi pemaparan, Pimpinan Cabang Bank NTT Waitabula, Yusthinus M.N. Dunga, menyoroti pentingnya membangun ekosistem Kredit Mikro Merdeka, dengan mendorong hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis di Sumba.

Pemimpin Cabang Waibakul, Gilbert Daud, menekankan pentingnya sinergi antara gereja dan bank dalam mendukung program One Village One Product (OVOP). Ia juga mengusulkan pembentukan pusat oleh-oleh milik GKS yang dapat bekerja sama dengan Dekranasda untuk mendukung keberlanjutan ekonomi lokal.

Sementara itu, Marthin Sooai sebagai pemateri utama, memberikan penjelasan teknis terkait perhitungan angsuran kredit, implementasi CMS, hingga pengelolaan aset GKS yang berpotensi dibiayai sebagai kredit investasi ruko.

Ia juga memperkenalkan ide pembukaan Tabungan SIDI untuk kaum muda yang akan menjalani peneguhan sidi sebagai bagian dari literasi keuangan sejak dini.

“Bank NTT adalah milik daerah dan kini menjadi bagian dari GKS. Kami berkomitmen mendukung literasi keuangan dan pembangunan ekonomi jemaat secara adil dan merata,” ujar Marthin dalam presentasinya.

Testimoni positif datang dari Ketua BPMJ GKS Waikabubak, Pdt. Apliyana Moto, S.Th., yang menyampaikan bahwa selama hampir sepuluh tahun kemitraan dengan Bank NTT, pihaknya selalu mendapatkan pelayanan yang responsif dan mendukung kegiatan gereja.

Di akhir kegiatan, para pemimpin cabang Bank NTT mengajak seluruh pendeta dan jemaat untuk memanfaatkan layanan Bank NTT dalam semangat kolaborasi mutualisme. Bank NTT juga memastikan kesiapan mereka sebagai bank setara nasional, dengan sistem pembayaran pajak, retribusi, dan layanan transaksi digital yang terintegrasi.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada tuan rumah, Ketua BPMJ GKS Sobawawi, Pdt. Marlina Dida Bili, S.Th., atas dukungan dan fasilitas yang diberikan, sehingga kegiatan sosialisasi ini berlangsung sukses dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat pelayanan. (*/ab)