“Kami bersama dengan berbagai pihak swasta memastikan bahwa harga-harga komoditas di SBD dan NTT membuat petani bisa tersenyum,” kata Melki Laka Lena saat Deklarasi di Kabupaten SBD.
Dari sisi tenaga kerja, MELKI-JOHNI siap memanfaatkan BLK yang ada di seluruh NTT untuk menciptakan tenaga kerja yang handal.
“PMI yang tidak punya dokumen yang sah. Kita ingin agar mereka pergi dengan kemampuan yang baik. Untuk itu, di jaman saya dan Pak Johni Asadoma, kami pastikan bahwa semua BLK yang ada di seluruh NTT, semua berjalan di tahun pertama dan kedua. Kami akan optimalkan agar BLK-BLK tersebut bisa dipakai untuk mempersiapkan anak-anak sumba, dan NTT untuk pergi ke luar negeri agar mereka punya kemampuan yang bagus,” terang Melki Laka Lena.
Terkait program hilirisasi, Melki Laka Lena menegaskan, ia bersama Johni Asadoma ingin agar NTT ke depan tidak boleh lagi menjual barang mentah ke luar daerah. Menurutnya, menteh, kopi dan hasil bumi lainnya harus diolah di NTT, dan dikirim ke luar dalam bentuk bahan jadi.
“Kita bisa gunakan skema UMKM agar industri kecil dan menengah bisa kita bikin. Apabila MELKI-JOHNI dipercaya di Provinsi maka hilirisasi sektor pertanian, kelautan dan perikanan akan kita buat,” tururnya.
“Buktinya di Sumba Yengah, saya minta mereka buat abon ikan. Abonnya punya harga bagus, ibu-ibu punya pendapatan lebih bagus, dan menjadi tambahan penghasilan bagi kita orang Sumba. Model yang sama akan kita buat di berbagai komoditas pertanian, kelautan dan perikanan di tanah Sumba ini,” pungkas Melki Laka Lena. (*)









Tinggalkan Balasan