“Jadi, saya tanya, mana yang benar? Malam pertama kau bilang wartawan, sekarang bilang untuk polisi lagi. Makanya saya suruh dia pulang,” ungkap Antonius.

Tak terima dengan hal itu, pada Selasa (25/3/2024) sekitar pukul 04.00 Wita, Ano bersama sekelompok pemuda mendatangi rumah Antonius. Mereka lalu mendobrak pintu rumahnya dan mendapatinya sedang tidur nyenyak.

Betapa kagetnya Antonius, melihat banyak pria masuk ke dalam rumahnya. Karena takut, dia berupaya melarikan diri. Tetapi, sekelompok pemuda itu langsung mengejar dan berhasil menangkap Antonius.

Mereka lalu beramai-ramai memukul, menginjak, dan menikamnya. Akibatnya, Antonius mengalami memar pada mata bagian kanan, biji matanya nyaris pecah dan luka tikam di bagian punggungnya hingga berlumuran darah.

“Saat itu mereka pukul sampai saya tidak bisa berdaya. Mau bangun untuk jalan saja tidak bisa,” tutur Antonius.

Atas kejadian itu, Antonius bersama keluarganya membuat laporan ke Polres Belu. Namun, hingga saat ini para pelaku belum ditangkap. Sehingga, dia bersama istri, sejumlah keluarganya dan pendamping hukum, mendatangi Polda NTT untuk membuat laporan polisi tentang penganiayaan serta kode etik dan profesi.