“Penyertaan modal baik secara organik maupun inbreng terus dilakukan, dan mendapat respons yang sangat positif dari para pemegang saham, khususnya pemegang saham seri A,” ungkap Alex Riwu Kaho.

Bank NTT lewat program Peduli Stunting baik secara kelembagaan maupun secara individu telah menyumbang sejumlah dana untuk penurunan Stunting di NTT. Kemudian, Bank NTT juga memberikan CSR Tahun 2023 di bidang pendidikan, olahraga, budaya, kesehatan, ekonomi, sosial dan lingkungan.

Ia menambahkan, Bank NTT terus berkolaborasi dengan pihak regulator, dengan sesama BPD dan pihak luar lainnya untuk penguatan jaringan Digital dan pengembangan potensi daerah antara lain BI Fast, BIK 2023 bersama OJK, Bank DKI, Bank Aceh Syariah, BPD Bali, BJB, Bank SulutGo, Bank Jambi, Bank Jatim., BPJS Ketenagakerjaan, PT TASPEN (Persero), PT Artajasa, PT. Sarana Pactindo, Indomaret, Alfamart, PT. Akses Cipta Solusi, PT Bali Internasional Teknologi dan mitra bisnis lainnya.

“Bank NTT telah melakukan langkah penyelarasan pemahaman transformasi digital, yang ditindaklanjuti pada tanggal 29 September 2023 dengan pembuatan Cetak Biru (Blue-Print) dan roadmap Transformasi Digital BANK NTT,” pinta Dirut Alex Riwu Kaho.

Ia menyampaikan, Bank NTT telah melakukan Grand Transaksi Pembukaan Rekening Valuta Asing (Valas) baik itu Tabungan Flobamora Valuta Asing atau Tabungan Flobamora Valas, Deposito Valas maupun Giro Valas pada tanggal 22 Desember 2023.

Optimis Modal Inti Minimim (MIM) Rp3 Triliun Terpenuhi

Dari sisi modal inti, Dirut Alex menegaskan, hingga 27 Desember 2023, modal inti Bank NTT sudah mencapai Rp2,2 Triliun, dan modal disetor mencapai Rp2,048 Triliun.

Ia mengaku optimis, modal inti minimim (MIM) Rp3 Triliun yang disyaratkan oleh POJK akan terpenuhi, sesuai dengan jangka waktu yakni Desember 2024.

“Kami sangat optimis, pemenuhan modal inti ini dapat dilakukan baik secara organik maupun lewat strategi KUB,” tegas Alex Riwu Kaho.

Pantauan Koranntt.com, hadir dalam kegiatan jumpa Pers tersebut, Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel Adoe, Direktur TI dan Operasional Bank NTT Hilarius Minggu, Komisaris Independen Bank NTT Frans Gana, Kepala Divisi Corsec dan Legal Bank NTT Endri Wardono, dan Kasubdiv Humas Bank NTT Inggrid Manongga. (*)