“Bahkan sekarang di Sumba Tengah kami kembangkan 25ha tanaman hortikultura yang hingga saat ini telah menghasilkan pendapatan kurang lebih 5 miliar. Dan terkait Energi Baru Terbarukan (EBT) telah kami siapkan 10.000ha lahan. Semoga kedepan Bapa Gubernur bisa kembali datangkan Presiden untuk launching lahan yang kami siapkan.” ucap dan harap Paulus.
Gubernur Laiskodat dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap program dan kinerja manajemen Bank NTT di bawah pimpinan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho yang terus mengupayakan peningkatkan peran Bank NTT di seluruh wilayah Provinsi NTT, termasuk di Kabupaten Sumba Tengah.
“Yang pertama Saya ucapkan selamat atas pembangunan dan peresmian gedung baru ini. Semua ini tidak lepas dari pola kerja kolaborasi Bank NTT sebagai Bank Pembangunan Daerah. Bank NTT tidak boleh hanya fokus pada profit keuangan, namum juga mampu menghasilkan inovasi-inovasi produk pada setiap kantor Cabang di NTT. Kita ambil contoh kita di NTT ini kekurangan pakan ternak. Oleh karena itu Bank NTT harus hadir berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan juga stakeholder terkait serta masyarakat untuk dapat mengembangkan produk pakan ternak atau potensi-potensi lainnya. Kita juga harus dorong seluruh pertanian untuk dapat dihilirisasi. Karena lahan di Sumba sangat potensial, dimana melalui irigasi tetes kita akan panen sepanjang tahun.” Tegas Gubernur Viktor.
“Yang berikut nantinya di Sumba akan ada investasi skitar 10 triliun di Waingapu untuk pengembangan budidaya Shrimp Estate. Itu akan punya dampak besar bagi pulau Sumba. Maka dari itu bank NTT harus mampu berkolaborasi dimana harus bisa melakukan langkah-langkah untuk ikut berperan dalam pembanguanan Investasi tersebut. Contohnya melalui pemberdayaan UMKM termasuk sektor jasa sehingga putaran perekonomian di kawasan Shrimp Estate dapat maju luar biasa dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.” Tambah Gubernur.
Ia juga mengharapkan bank NTT untuk mulai berpikir dan mendesain kredit khusus pendidikan EBT bagi generasi muda di NTT secara khusus di Pulau Sumba dikarenakan potensi EBT di Sumba yang sangat potensial dimana itu semua harus dapat dikelola dan dikerjakan dengan baik oleh para generasi penerus yang berkompeten dalam bidang EBT, demi masa depan Sumba yang cerah kedepannya. Ia juga mengapresiasi keberhasilan program pemerintah Food Estate yang banyak gagal didaerah lain namun berhasil dikerjakan di Sumba Tengah.







Tinggalkan Balasan