Menurutnya angka stunting di Surabaya semula 28 persen kini turun hingga 4,8 persen. Dia berharap pengalaman yang dibagikan bisa direplikasi oleh para tenaga kesehatan dan Pemkot Kupang tentunya menyesuaikan dengan kebijakan lokal setempat untuk turunkan angka stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarwana, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga kesehatan, yaitu bidan desa, tenaga gizi, dokter umum, dan dokter spesialis anak mengenai penatalaksanaan stunting, deteksi dini serta monitoring keberlanjutan pengobatan pada pasien yang telah dirujuk balik dari rumah sakit. (PKP_ans)