“Nah kunci dari keberhasilan adalah disiplin. Saya yakin bahwa teman-teman alumni ini dibesarkan dalam budaya disiplin yang ketat sehingga saya menuntut itu agar dijaga secara baik. Saya membutuhkan tim-tim yang bergerk cepat dan taktis,” tegas George sembari menyarankan agar dalam pelaksanaan kegiatan ini, mengacu pada asas musyawarah untuk mencapai mufakat.

Ketua DPP IARMI NTT, H. Fahmi Abdullahi dalam sambutannya menegaskan hingga kini panji IARMI sudah berkibar di Flores dan Sumba.

“Dan pada hari ini, bersama kita akan menjadi saksi berkibarnya panji IARMI di daratan Timor dan kami memulainya dari Kota Kupang serta Kabupaten Kupang. Organisasi ini sejatinya adalah ladang persemaian calon pemimpin terbaik bangsa. Ini semata dikarenakan, kami dididik serta dilatih memiliki jiwa patriotik bela negara sesuai spirit yang kami junjung tinggi, yakni WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA atau ‘penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan’,” tegas Fahmi disambut tepuk tangan hadirin.

Dia mengharapkan kiranya momentum Muskot dan Musda IARMI Kota dan Kabupaten Kupang ini menjadi spirit bagi untuk terus hadir di beberapa kabupaten yang belum terbentuk. Tak hanya itu, Fahmi pun berterimakasih kepada panitia yang sudah bekerja keras, dan kerja cerdas, mendesain kegiatan ini.

“Hari ini bersama kita akan menyaksikan lahirnya seorang pemimpin baru dalam organisasi ini. Sehingga saya berpesan agar junjunglah setinggi-tingginya nilai-nilai demokrasi dalam setiap tahapan Muskot/Musda ini. Hargailah satu sama lainnya dan mengedepankan nilai-nilai musyawarah untuk mencapai mufakat,” tegas Fahmi menambahkan, kepada ketua terpilih, agar bersama formatur membentuk tim yang kuat.

“Tunjukkanlah kualitas kalian sebagai komponen cadangan utama bela negara dalam mewujudkan sistem pertahanan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutup Fahmi.

Saat itu Stenly Boymau selaju ketua panitia melaporkan, peserta Muskot/Musda ini adalah seluruh alumni Menwa yang tersebar di kota dan kabupaten Kupang.