Ny. Lousje menjelaskan lebih lanjut tentang alasan pemilihan motif bunga sepe atau yang dikenal dengan flamboyan. Pohon flamboyan disebut sepe oleh masyarakat lokal, merupakan pohon yang banyak tumbuh subur di wilayah Kota Kupang. Sepe menarik karena bunganya yang berwarna semarak merah jingga dan dikelilingi warna hijau daun yang segar dimata setiap orang yang memandang. Bunga sepe atau flamboyan mekar setiap tahun khusus pada bulan November hingga menjelang hari raya natal.
“Alasan sepe dipilih menjadi motif khas kota Kupang karena menurut Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ibu Hilda, sepe dipilih karena mencerminkan karakteristik masyarakat Kota Kupang yang berani, jujur, beriman, ulet dan rajin namun ramah, toleran dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Selain memperkenalkan ke masyarakat Kota Kupang untuk menjadi kebanggaan daerah, Dekranasda saat ini juga tengah berencana mempromosikannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Secara tidak langsung juga akan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” jelas istri Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si itu
Setelah penjelasan tentang tenun sepe, Ny. Lousje juga menjelaskan terkait kunjungan Ladies Program ke Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik, untuk menyaksikan langsung pelayanan terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial medis, psikolog, rohaniwan, relawan, dan profesi lain yang diperlukan.
“Perawatan paliatif merupakan suatu pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah terkait mengancam jiwa, dengan mencegah dan meringankan penderitaan melalui identifikasi dini, pengkajian cermat menyeluruh dan pengelolaan nyeri serta masalah lain, baik fisik, psikososial dan spiritual,” jelasnya.
Sebelum menutup sambutan, Ny. Lousje mengajak para peserta untuk turut serta dalam pawai budaya yang diselenggarakan dalam rangka Rakerwil IV dimana dalam kegiatan tersebut akan digelar berbagai atraksi serta peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis yang ditampilkan oleh para seniman, sanggar budaya dan para ASN Pemkot Kupang.



Tinggalkan Balasan