Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, menyatakan sangat mengapresiasi tersebut. “Puji Tuhan, di saat dampak Covid-19 masih terasa, Bank NTT bisa tetap berperforma baik. Dan penghargaan dari pihak eksternal seperti itu, tentu membanggakan kami,” kata Harry menambahkan dirinya sangat berterima kasih kepada semua insan di Bank NTT yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh di sela masa Covid-19, sehingga bank tersebut bisa tetap berkinerja baik.
Pada masa Covid-19, Harry berkata, Bank NTT pun tetap menggelar sejumlah inovasi bisnis. Contoh hal itu adalah penguatan ekosistem pembiayaan. Adapun contoh yang lain adalah diversifikasi produk dan kredit; menyediakan pasar e-commerce; pelayanan digital loan; adanya smart branch; adanya Agen Dia Bisa; dan lain-lain. Yang membanggakan adalah, dihadirkannya layanan Be Ju BIS@, yang diluncurkan pada Rabu 20 April 2022 di Wae Bobok, Labuan Bajo.
Aplikasi Be Pung Mobile merupakan contoh inovasi oleh Bank NTT. Aplikasi tersebut merupakan i banking bisnis yang bisa memungkinkan tarik tunai tanpa kartu, mengacu ke kode QRIS, dan lain-lain. Adapun tentang kinerja keuangan Bank NTT, Harry mengatakan bahwa untuk tahun 2021 mencatatkan laba bersih Rp228,26 miliar. Adapun laba bersih per saham pada tahun 2021, tercatat di Rp1.393.







Tinggalkan Balasan