“Beta akan ajak orang yang datang belanja untuk pake QRIS saja,”ujarnya dengan dialek Kupang.

Kepala Kantor BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada wartawan di sela-sela kunjungannya menegaskan bahwa terobosan yang dilakukan petang itu, adalah salah satu cara untuk membangun ekonomi tanah air.

“Kita berharap semoga pertumbuhan ekonomi kita mudah-mudahan diatas tujuh persen di tahun-tahun mendatang. Masa’ NTT kalah dari daerah lain,” ujarnya dengan nada guyon.

Dia sangat berharap Bank NTT sukses menjalankan fungsinya sebagai agent of development. Dia optimis Bank NTT mampu menjabarkan program nasional ini secara baik.

“Karena Pak Dirut bersama seluruh jajaran sudah siap untuk itu dan kita akan masuk ke seluruh pasar-pasar di 22 kabupaten dan kota di NTT. Kita siap jalan kesana. Mudah-mudahan segera dalam waktu dekat,” pungkasnya penuh semangat.

Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada wartawan, di Pasar Naikoten berterima kasih kepada Bank Indonesia yang tak kenal lelah memberi edukasi kepada pihaknya sebagai salah satu layanan jasa keuangan di NTT untuk terus berubah menggunakan model-model layanan pembayaran yang modern.

“Sebagai agent of development masih dalam komitmen dan kebersamaan TPAKD, Bank NTT sebagai salah satu lembaga jasa keuangan harus berkontribusi bagi literasi dan inklusi keuangan serta menciptakan pembayaran yang aman, mudah, murah cepat dan sehat,” tegasnya menambahkan “Sebagaimana QRIS dibuat dengan tujuan agar masyarakat dimudahkan dalam setiap transaksi dan terhindar dari praktek uang palsu.” Ada satu hal yang penting, dan perlu dipahami sebagai warga negara bahwa berbagai terobosan yang dilakukan, masih dalam misi menjaga kedaulatan uang.
Pasalnya, banyak kita jumpai praktek di masyarakat, ada beberapa transaksi yang tidak sehat. “Di beberapa tempat perbelanjaan, ketika tidak ada uang kecil, maka kembaliannya ditukar dengan gula-gula. Nah QRIS adalah salah satu media untuk menjaga kedaulatan nilai uang Republik Indonesia yakni Rupiah,”tegas Alex. Hari itu mereka berhasil membagikan 30-an plakat pembayaran QRIS dari target 300 yang disiapkan. Lagipula, jumlah nasabah pengguna QRIS Bank NTT di Pasar Naikoten berjumlah demikian.