Sementara Kepala Divisi Umum Bank NTT, Rahmat Saleh Bobby menyampaikan proyek Air Mancur Menari Kota Kupang dikerjakan secara profesional sesuai aturan dan standar-standar pelelangan Bank NTT.

Air Mancur Menari Bundaran Tirosa dikerjakan oleh kontraktor yang mengerjakan air mancur Sidoarjo pada tahun 2019. “Jadi tidak usah khawatir dengan fasilitas yang ada di Bundaran Tirosa,” ujar Kadiv Umum Bank NTT ini.

Katanya, pengoperasian air mancur membutuhkan listrik yang cukup besar, sehingga Bank NTT harus menginstalasi gardu sendiri senilai ratusan juta rupiah di areal air mancur.

“Listriknya pakai pulsa. Kami sudah berencana menghidupkan air mancur pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 17:00 Wita hingga 21:00 Wita. Tetapi belum terealisasi,” jelas Rahmat.

Hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang masih meningkat di NTT, khususnya di Kota Kupang. Jika dibuka untuk umum, maka pasti menimbulkan kerumunan massa di sekitar Air Mancur, yang bisa melahirkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Kami tidak ingin mengambil resiko, karena yang jelas akan menarik masyarakat Kota Kupang untuk berkumpul disekitar Air Mancur Menari,” tandas Kadiv Umum Bank NTT, Rahmat Saleh Bobby.*