Daerah  

Gebrakan Karo George Hadjoh Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif

Karo Umum, George Hadjoh (paling depan) saat membantu Gubernur NTT menghancurkan batang dan daun Sorgum untuk digunakan sebagai pakan ternak, pada Senin 29 Maret 2021 / Ama Beding

Kupang, KN – Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT, George M. Hadjoh kembali menorehkan sebuah kerja nyata untuk mendukung visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

Dia berhasil menyulap lahan di samping rumah jabatan Gubernur NTT yang selama ini dibiarkan nganggur menjadi lahan produktif.

Bersama tim Biro Umum Setda Provinsi NTT, Karo George Hadjoh menanam Jagung Hibrida dan Sorgum. Hasilnya sudah dua kali dilakukan panen di atas area sekitar 2 Ha lebih itu.

Jagung hibrida dipanen pada bulan September 2020. Saat itu, dia masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Karo Umum Setda Provinsi NTT.

Sedangkan panen Sorgum di atas lahan yang sama dilaksanakan pada hari ini, Senin 29 Maret 2021 serta dihadiri oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi.

“Jadi apa yang diinginkan oleh Pak Gubernur kita eksekusi, dan memang benar bahwa kita bisa lakukan itu. Ini menunjukan bahwa tidak boleh lahan yang dibiarkan tidur. Harus jadi lahan produktif,” ujar George Hadjoh kepada Koranntt.com.

Menurutnya, Sorgum merupakan tanaman yang sangat cocok dikembangkan di NTT, karena setahun bisa dilakukan panen selama tiga kali.

Sorgum yang ditanam tersebut merupakan varietas baru tipe Bioguma 3, dan juga merupakan pakan ternak dengan gizi yang cukup tinggi.

“Kita akan kelimpahan pakan ternak jika kita mau tanam. Kita harapkan seluruh Bupati dan Wali Kota di NTT bisa menghubungi kami untuk mendapatkan bibit,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli, mengapresiasi Karo George Hadjoh yang telah memanfaatkan tanah kosong menjadi sebuah lahan produktif.

“Ini merupakan sebuah motivasi dan inspirasi bagi masyarakat NTT, bahwa setiap usaha kalau dioptimalkan secara baik, maka akan mendatangkan berbagai macam manfaat. Baik manfaat ekonomi, sosial, maupun manfaat ekologi,” kata Lecky Frederich Koli.

BACA JUGA:  BPKP NTT Gelar Rakor Penguatan Kapabilitas AAIPI

Menurutnya, Sorgum merupakan komoditi yang sudah dikembangkan sejak 50 tahun silam. Namun tidak berkelanjutan, karena berbagai keterbatasan terutama pada aspek pasar.

“Tetapi hari ini, Biro Umun menunjukan bagaimana mengintegrasikan komunitas Sorgum menjadi multi fungsi. Karena tidak hanya hasilkan beras Sorgum, tetapi batangnya juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” jelasnya.

Lecky menjelaskan, sejak tahun 2020 pihaknya telah menanam sebanyak 2.800 Ha tanaman sorgum, dan tahun 2021 menuju 3.200 Ha.

“Kami minta Pak Gubernur untuk berikan kami 50.000 Ha dan kita akan mensorgumkan NTT, dengan mengintegrasikannya dengan Dinas Peternakan dan Perindag, sehingga berdampak signifikan,” ungkapnya.

Hal tersebut dilakukan untuk memecahkan berbagai macam persoalan, terutama kemiskinan, pendapatan masyarakat, serta masalah stunting di NTT.

“Jadi ini tentu suatu langkah yang baik. Sehingga kita akan kembangkan lebih luas lagi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di NTT,” tandas Lecky Koli.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, M. Nasir Abdullah mengatakan, pihaknya menyiapkan 500 unit mesin untuk mengolah batang Sorgum menjadi pakan ternak.

“Karena mesin ini punya ketangguhan dalam satu hari bisa hidup selama 16 jam. Sehingga kalau lahan satu hektar bisa habis dalam waktu 3 hari, jika kita kerja serius. Tinggal Dinas Peternakan memanfaatkan pakannya. Karena saya hanya siapkan mesin,” imbuh Nasir M. Abdullah.

Selain Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, hadir juga Asisten I Setda Provinsi NTT, dan staf khusus Gubernur NTT.*