KUPANG, KN — Perjumpaan akademisi dan pemerintah daerah berlangsung penuh keakraban di area ruang tamu Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (31/8/2026).
Sinar matahari pagi menembus celah jendela, menerangi susunan sofa krem dan karpet bercorak lembut tempat Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menerima audiensi delegasi Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi menjelang digelarnya Kongres Nasional Mahasiswa Teologi se-Indonesia (KNMTI).
Selain membahas kesiapan teknis persidangan dan diskusi ilmiah, Wali Kota Kupang memanfaatkan momentum perjumpaan nasional tersebut sebagai sarana promosi daerah.
Kehadiran sekitar 50 perwakilan mahasiswa dari 59 perguruan tinggi teologi se-Indonesia dipandang sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya, produk kerajinan, hingga ragam kuliner khas Kota Kasih ini.
Di sela-sela dialog interaktif tersebut, dr. Christian Widodo meminta panitia menyisipkan agenda eksposur lapangan ke sejumlah titik sentral pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Kupang.
“Kita punya banyak hal yang bisa diperkenalkan, mulai dari tenun, pakaian adat, kuliner, sampai ruang-ruang kreatif yang tumbuh di Kota Kupang. Saya berharap peserta tidak hanya pulang membawa hasil kongres, tetapi juga membawa cerita baik tentang Kota Kupang,” papar dr. Christian Widodo.
Beberapa lokasi unggulan yang disarankan Wali Kota untuk dikunjungi antara lain Gedung Dekranasda Kota Kupang—yang menjadi pusat pameran tenun ikat dan pakaian adat daerah—serta kawasan Saboak di Taman Nostalgia sebagai simbol ruang publik penggeliat ekonomi kreatif anak muda.
Menanggapi arahan tersebut, Dekan Fakultas Teologi UKAW, Pdt. Drs. Maria Regina Adolfina Pada, S.Th., membenarkan bahwa panitia telah merancang skema kunjungan luar ruang bagi para peserta kongres.
Selain persidangan akademis, para utusan mahasiswa akan diajak menyambangi instansi teknis, situs cagar budaya, serta destinasi wisata di seputar Kota Kupang.









Tinggalkan Balasan