KUPANG, KN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi memiliki pimpinan birokrasi baru setelah Drs. Fransiskus Sales Sodo dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Kantor Gubernur NTT, Kupang, pada Jumat (28/8/2026) pukul 17.00 WITA.
Suasana di aula Kantor Gubernur NTT sejak petang terasa penuh dengan kehangatan sekaligus ketegangan formal khas acara kenegaraan.
Ruangan yang didekorasi anggun tersebut dipadati oleh jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Pemprov NTT, pimpinan DPRD Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, unsur Forkopimda, para bupati serta penjabat bupati dari berbagai kabupaten/kota, pimpinan BUMN/BUMD, hingga tokoh masyarakat dan insan pers.
Sorot lampu aula memancar terang, mengiringi deretan tamu undangan yang hadir memberikan penghormatan dan dukungan penuh atas momentum penting tersebut.
Prosesi pengambilan sumpah dan kata-kata pelantikan berlangsung khidmat sebagai penanda dimulainya masa tugas pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut.
Pelantikan ini berlandaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/TPA Tahun 2026 yang ditetapkan pada tanggal 21 Agustus 2026.
Berdasarkan petikan keputusan tersebut, Fransiskus Sales Sodo yang memiliki pangkat/golongan Pembina Utama Madya (IV/d) diangkat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madyakartas Sekretaris Daerah Provinsi NTT.
Dalam naskah pelantikannya, Gubernur NTT menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga prosesi pengukuhan dapat berjalan lancar.
Gubernur juga menegaskan keyakinannya terhadap kapasitas dan integritas Sekda yang baru dilantik.
“Saya percaya bahwa Saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Kiranya Tuhan bersama kita,” tegas Gubernur NTT saat membacakan kata-kata pelantikan.
Dengan dilantiknya Drs. Fransiskus Sales Sodo, birokrasi Pemerintah Provinsi NTT kini resmi dipimpin oleh Sekda definitif yang diharapkan mampu mengakselerasi program kerja pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik di wilayah Nusa Tenggara Timur.









Tinggalkan Balasan