KUPANG, KN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) bergerak cepat memperluas kesempatan kerja internasional bagi tenaga kerja lokal.
Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menggelar pertemuan strategis di kediaman Wakil Gubernur NTT periode 2018–2023, Josef A. Nae Soi, pada Minggu (9/8).
Diskusi yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan tersebut berfokus pada upaya konkret untuk membuka kran lapangan kerja yang lebih luas bagi Sumber Daya Manusia (SDM) asal NTT di Negeri Sakura, Jepang.
Pembahasan mencakup pemetaan kebutuhan pasar kerja di Jepang, penyiapan kapasitas tenaga kerja sesuai kualifikasi industri global, penyelenggaraan pelatihan bahasa dan budaya Jepang, hingga perancangan kemitraan strategis jangka panjang antara Pemprov NTT dan institusi terkait di Jepang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, Wadir I Poltekkes Kemenkes Kupang Dr. Bringiwatty Batbual, S.Tr.Keb., S.Kep., Ns., M.Sc., Wadir III Poltekkes Kemenkes Kupang Dr. Margareta Teli, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., President Director Satoshi Miyajima, serta Direktur LPK Zenith Dr. Cateini Pratiharu K.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan pilihan karir yang luas bagi generasi muda NTT, baik di dalam negeri maupun di pasar kerja internasional, dengan jaminan perlindungan dan keterampilan yang memadai.
“Kita ingin semakin banyak anak muda NTT punya pilihan: bekerja di negeri sendiri dengan baik, atau ketika memilih bekerja ke luar negeri, berangkat dengan keahlian dan perlindungan yang kuat,“ ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Lebih lanjut, ia mengingatkan para calon tenaga kerja luar negeri agar menjaga integritas dan nama baik daerah selama menjalani aktivitas profesional di negara tujuan.
“Karena setiap anak NTT yang bekerja di luar negeri bukan hanya membawa nama pribadi tapi membawa nama NTT,” tegasnya.
Melalui sinergi antarinstansi pemerintah, lembaga pendidikan kesehatan, serta penyedia pelatihan bahasa dan penyalur tenaga kerja, Pemprov NTT optimistis SDM asal daerah dapat bersaing secara profesional dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global. (agn)



Tinggalkan Balasan