Kalabahi, KN – Kapolres Alor AKBP Nur Azhari membenarkan adanya insiden yang dilaporkan ke Polres Alor dan diduga melibatkan Bupati Alor, Iskandar Lakamau, pada Sabtu malam (7/2/2025).
Insiden tersebut bermula dari kunjungan Bupati Alor Iskandar Lakamau ke rumah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) perempuan berinisial YS yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kunjungan tersebut dilakukan pada Sabtu sore dengan menggunakan kendaraan dinas dan didampingi seorang sopir pribadi dari rumah jabatan. Saat itu, Bupati Alor diketahui masih dalam masa pemulihan kesehatan.
Kunjungan tersebut disebut tidak diketahui dan tidak mendapat persetujuan dari pihak keluarga. Anak-anak Bupati Alor, termasuk putranya, Gerry Lakamau, dikabarkan tidak mengetahui rencana tersebut. Setelah memperoleh informasi bahwa ayahnya berada di rumah YS, Gerry Lakamau kemudian mendatangi lokasi yang sama pada malam hari.
Setibanya di rumah YS, diduga terjadi keributan yang membuat YS merasa tidak nyaman. Atas peristiwa tersebut, YS kemudian mendatangi Polres Alor dengan maksud melaporkan kejadian yang dialaminya.
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari membenarkan kedatangan YS ke Polres Alor pada malam kejadian. Menurutnya, YS sempat berniat membuat laporan polisi terkait keributan di rumahnya.
“Benar, tadi malam ada ibu YS datang ke Polres Alor untuk melaporkan adanya keributan di rumahnya. Namun laporan tersebut tidak jadi dibuat karena ada pihak keluarga, bapak Benyamin, yang datang dan memediasi permasalahan tersebut. Akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak melanjutkan laporan polisi,” jelas AKBP Nur Azhari, sebagaimana dikutip dari Victory News.
Meski demikian, beredar pula informasi lain yang menyebutkan bahwa status laporan tersebut masih belum sepenuhnya jelas. YS diketahui menyampaikan keberatan atas kedatangan Gerry Lakamau ke rumahnya pada malam hari. Di sisi lain, YS juga disebut memiliki kedekatan dengan Bupati Alor Iskandar Lakamau.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Protokol dan Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Tertius Lanmai, saat dikonfirmasi media ini menyatakan belum dapat memberikan keterangan resmi.
“Soal hal ini saya masih off the record karena belum mengidentifikasi keakuratannya. Saya perlu mengecek langsung ke sumber informasi. Kejadian ini terjadi di luar pantauan kami selaku protokol,” ujar Tertius.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bupati Alor Iskandar Lakamau maupun pihak keluarga terkait peristiwa tersebut. (*/ab)

