Jakarta, KN – Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran dan anggota DPD-DPR RI menghadiri acara serah terima jabatan atau sertijab Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara sertijab ini berlangsung di The Tribrata Hotel & Convention Center, Jl Darmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2025) malam.

Tampak sejumlah menteri yang hadir diantaranya, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Menteri UMKM Maman Abdurahman, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan.

Selain menteri, hadir anggota DPD RI Dapil NTT Abraham Paul Liyanto dan Angelo Wake Kako, serta anggota DPR RI Dapil NTT Esthon Foenay, Umbu Rudianto Kabunang, Stevano Adranacus, Gavriel Novanto, Melchias Markus Mekeng, Ahmad Yohan, Julie Sutrisno Laiskodat, serta anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar yang berasal dari luar Dapil NTT.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya usai acara Sertijab mengatakan, NTT adalah rumah bersama. Ia menyebut, NTT yang dulunya dikenal dengan singkatan Nanti Tuhan Tolong, atau Nasib Tidak Tentu, sekarang on the track menjadi Nusa Tanah Terjanji.

“Ini yang Pak Prabowo sampaikan saat acara Tanwir Muhammadiyah di Kupang, dan tadi Pak Mendagri ingatkan lagi secara khusus, bahwa kesan terhadap NTT yang sedang berubah itu, telah menjadi komitmen pemerintah pusat untuk bantu di NTT,” kata Gubernur Melki Laka Lena.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menyampaikan, NTT saat ini mendapatkan dukungan yang sangat kuat dan konkrit dari pemerintah pusat, untuk melaksanakan program-program kerja sesuai visi dan misi yang telah direncanakan.

“Dukungan pemerintah pusat hari-hari ini kami lihat sudah sangat konkrit untuk membantu NTT, bisa fokus pada hilirisasi non tambang di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata dan kelautan perikanan,” ungkapnya.

Gubernur Melki menyebut, pemerintah Provinsi NTT juga mendapat dukungan dari Menteri Bappenas. Ia mengatakan, NTT akan mendapat beberapa pengecualian, agar bisa berubah menjadi lebih baik ke depan. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dari Presiden Prabowo dan sejumlah menteri di Jakarta.