Yogyakarta, KN – Wartawan Surat Kabar Harian Umum Victory News (VN) Kekson Fole Salukh dinobatkan menjadi Best Of The Best Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2023 tingkat Nasional.

Karya Kekson Salukh yang berjudul Oase di Pulau Timor itu Bernama Pertashop berhasil menyingkirkan 2.559 karya jurnalistik dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Pengumuman juara AJP 2023 yang berlangsung di Hotel Tentrem Jogjakarta, Jumat (15/12/2023) malam itu terlebih dahulu menetapkan Kekson Salukh sebagai Juara I Kategori Media Cetak regional Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB.

Selanjutnya, Kekson Salukh ditetapkan menjadi Juara I Nasional Kategori Media Cetak. Kemudian, Kekson dinobatkan menjadi Best Of The Best AJP 2023.

Keberhasilan pria asal Niki-Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan itu diganjar piagam penghargaan berupa piala dan uang tunai. Tidak hanya itu, Kekson Salukh bakal diberangkatkan ke London, Inggris untuk ikut pelatihan Jurnalistik.

Saat diberi kesempatan berbicara di atas panggung, Kekson menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan Victory News. Diantaranya Pemimpin Perusahaan Viktor Bungtilu Laiskodat, Pemimpin Umum Petrus Christian Mboeik, Pemimpin Redaksi Koran VN, Stevie Johannis, Pemimpin Redaksi VN online (victorynews.id), Paulus Nitbani dan Redaktur Pelaksana Koran VN Yes Balle.

“Saya ucapkan terima kasih juga kepada Pertamina Persero yang telah memberikan ruang dan kesempatan kepada kami untuk terus berkarya dan mempersembahkan karya terbaik untuk Pertamina, ” ujarnya.

Corporate Secretary Pertamina (Persero), Brahmantya S Poerwadi mengatakan, total karya yang masuk tahun ini sebanyak 2.559 karya. Meningkat dibanding tahun 2022 yang sebanyak 2.424.

Lanjut Brahmantya, para juara AJP 2023 telah melalui proses seleksi yang ketat dari ribuan karya yang masuk dan dinilai secara berjenjang mulai dari Dewan Juri Teritori hingga Dewan Juri Nasional.

“Proses penilaian dan seleksi karya AJP 2023 dilakukan secara ketat dan dinilai oleh Dewan Juri yang kompeten dari berbagai keahlian dan disiplin ilmu, secara objektif, profesional dan independen. Penjurian dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat teritori untuk kemudian karya terbaik dibawa ke babak final di tingkat nasional,” ujarnya.