Ia menilai masyarakat asli yang memiliki hubungan historis dengan tanah perlu memahami hak-haknya dan berani memperjuangkannya secara konstitusional.
“Ini panggilan kami sebagai aktivis untuk ikut mendampingi masyarakat dalam memperjuangkan hak-haknya. Kalau memang ada dugaan prosedur pengalihan hak yang tidak benar atau penuh rekayasa, maka harus dibuktikan dan dibawa ke proses hukum,” katanya.
Ferry juga mengajak masyarakat untuk membangun solidaritas dalam menghadapi berbagai persoalan pertanahan yang terjadi di Labuan Bajo maupun Manggarai Barat secara umum.
“Masyarakat lokal yang merasa dizalimi jangan hanya diam. Harus bangkit, berdiri bersama, membangun solidaritas, tetapi tetap melalui jalur hukum. Kita tempuh litigasi, kita siapkan gugatan, dan kita lawan setiap dugaan pelanggaran dengan bukti,” ujarnya.
Ia menegaskan, perjuangan tersebut bukan untuk menciptakan konflik dengan pihak lain, melainkan untuk memastikan setiap hak atas tanah diperoleh dan dipertahankan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Yang kami inginkan sederhana, yaitu kepastian hukum. Kalau memang benar milik ahli waris, kembalikan kepada ahli waris. Kalau pihak lain memiliki bukti kepemilikan, silakan dibuktikan juga di pengadilan. Jangan ada penguasaan tanah hanya berdasarkan kekuatan atau klaim sepihak,” tegas Ferry.
Dengan kedatangan belasan ahli waris ke PN Labuan Bajo pada Senin (5/10/2026), persoalan tanah di Pulau Sebayur Kecil diperkirakan akan memasuki tahapan hukum yang lebih serius.
Pihak ahli waris disebut telah menyiapkan langkah hukum perdata untuk mempertahankan hak atas tanah yang mereka klaim sebagai warisan leluhur. Sementara itu, jalur pidana juga akan ditempuh apabila ditemukan bukti yang mengarah pada dugaan pemalsuan, rekayasa, atau penggunaan dokumen yang tidak sah.
Ferry kembali menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses hukum.
“Kami siap menempuh jalur perdata dan pidana. Tidak ada niat untuk mengambil hak orang lain. Yang kami perjuangkan adalah hak para ahli waris berdasarkan bukti-bukti yang mereka miliki,” katanya.






Tinggalkan Balasan