KUPANG, KN — Upaya pemulihan pascabencana gempa bumi di wilayah Flores terus mendapatkan kepedulian dari berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima penyaluran donasi senilai Rp635 juta dari keluarga besar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dihimpun melalui Ikatan Pegawai OJK (IPOJK) untuk membantu warga terdampak.
Penyerahan bantuan ini diterima langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Kantor Gubernur NTT, Kupang, Selasa (15/9).
Suasana pertemuan berlangsung khidmat, hangat, dan sarat rasa empati.
Bertempat di ruang kerja bermotif kayu yang elegan dengan deretan bendera Merah Putih serta panji daerah di latar belakang, para perwakilan IPOJK bersama Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, duduk melingkar mengelilingi meja kayu panjang bersama Gubernur Melki Laka Lena.
Momen penyerahan bantuan ditandai dengan penyerahan papan donasi secara simbolis, dilanjutkan foto bersama jajaran pegawai OJK dan pejabat Pemprov NTT yang berdiri sejajar memancarkan semangat kebersamaan.
Bantuan dana senilai Rp635 juta tersebut dialokasikan secara terukur untuk dua fokus pemulihan utama.
Sebanyak Rp310 juta difokuskan untuk penyediaan pasokan pangan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa, sementara alokasi Rp325 juta sisanya diarahkan guna mendukung renovasi fasilitas umum yang mengalami kerusakan fisik akibat guncangan gempa.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas serta perhatian yang ditunjukkan oleh keluarga besar OJK terhadap keprihatinan yang dialami warga Flores.
“Flores belum selesai bangkit. Karena itu, kita juga belum boleh selesai bergandengan tangan. Bagi saya, yang paling berarti bukan hanya jumlahnya. Di balik Rp635 juta ini ada kepedulian, doa, dan pesan sederhana: masyarakat Flores tidak sendirian,” tegas Gubernur Melki Laka Lena.
Ia menambahkan bahwa pemulihan pascabencana di Flores membutuhkan sinergi lintas sektor secara berkelanjutan tanpa bisa dibebankan kepada satu pihak saja.
“Pemulihan Flores tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja. Pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi, dan masyarakat—semuanya punya tempat dalam gotong royong ini. Kita bantu yang membutuhkan, kita pulihkan yang rusak, kita bangun kembali dengan lebih kuat. Flores harus bangkit, dan kita bangkit bersama,” tambah Gubernur. (agn)









Tinggalkan Balasan