“Kalau ada teman yang berbeda, jangan dihindari. Kalau ada yang melakukan kesalahan, jangan dipermalukan. Kalau melihat bullying, jangan ikut menertawakan. Bantu dan lakukan sesuatu untuk menghentikannya,” ajak Hengky.

Lebih lanjut, Pemkot Kupang mendorong sinergi yang makin erat antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi Pemko dalam mengawal kebiasaan berinternet sehat bagi anak-anak agar lingkungan maya menjadi sarana belajar yang ramah dan aman.

“Saya ingin Kota Kupang menjadi rumah bersama, termasuk di ruang digital. Ruang digital harus menjadi tempat anak-anak kita tumbuh, bukan tempat anak-anak kita terluka. Gunakan teknologinya, tetapi jangan kehilangan kemanusiaannya,” pungkasnya. (agn)