Kupang, KN – PT Jamkrida NTT dan PT Kawasan Industri Bolok memperkuat sinergi bisnis untuk mendukung pengembangan ekosistem investasi dan industrialisasi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kolaborasi tersebut, diarahkan pada penguatan penjaminan, serta pemberdayaan pelaku usaha, sebagai bagian dari upaya mendorong konsep NTT Incorporated.
Komitmen kerja sama ini dituangkan dalam penandatanganan MoU, antara PT Jamkrida NTT dan KI Bolok, di Kantor PT Jamkrida NTT, Senin, (31/8/2026). Hadir juga Direktur Umum dan Keuangan Jamkrida NTT Yohnis Landu Praing, Direktur Operasional Jamkrida NTT, Ferdinand Lerrick, serta jajaran Direksi PT KI Bolok.
Direktur Utama PT Jamkrida NTT, I Ketut Widia Karya mengatakan, Jamkrida NTT sesuai core bisnisnya, akan melakukan penjaminan baik kredit kerja sama dengan Bank, maupun penjaminan konstruksi pengadaan barang.
“Kami bersama KI Bolok, akan menjajaki kerja sama di banyak bidang, khususnya di bidang konstruksi dan pengadaan barang,” kata I Ketut Widia Karya kepada wartawan, usai penandatanganan MoU, Senin (31/8/2026).
Ia menjelaskan, selain di bidang kredit dan konstruksi pengadaan barang dan jasa, Jamkrida NTT juga bisa melakukan penjaminan gudang penyimpanan. Hal ini sesuai ketentuan yang diatur oleh OJK.
“Atau peluang lainnya seperti custom bon. Custom bon ini maksudnya ada bahan baku yang masuk ke NTT, diolah di sini, lalu dikirim keluar atau diekspor. Itu juga perlu penjaminan, namanya penjaminan custom bon,” ungkapnya.
I Ketut juga menegaskan, Jamkrida NTT melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan di NTT, khususnya di bidang penjaminan.
“Misalnya ada pengusaha ikan yang ingin membuat cold storage di KI Bolok. Artinya dia membutuhkan kredit, membutuhkan penjaminan untuk membangun cold storage. Kemudian ada juga peluang penjaminan pengolahan limbah medika, dan garam industri,” ujarnya.
Dalam kerja sama investasi ini, KI Bolok bertugas menyiapkan lahan, Jamkrida menyiapkan penjaminan dan Bank NTT juga terlibat dalam menyiapkan pendanaan untuk proses investasi di NTT.
“Sehingga ini kita sinergikan. Kita hari ini mulai berkolaborasi dengan KI Bolok, Bank NTT, dan tidak menutup kolaborasi dengan BUMD lainnya misalnya PT Flobamor dan lain-lain yang bisa kita ajak bekerja sama,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT KI Bolok, Rusyanto Nehemia Constatin Hiskia meminta agar Jamkrida NTT tidak mengkerdilkan diri dan hanya bekerja sama dengan Bank NTT.
“Kami minta agar calon investor kami yang ingin menggunakan jasa krdit dari bank-bank Himbara juga bisa dijamin. Saya harapkan ini menjadi catatan, sehingga mempermudah investor kita dalam berinvestasi di NTT,” pungkasnya. (*)









Tinggalkan Balasan