BAJAWA, KN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bergerak cepat merespons bencana alam yang melanda kawasan Flores. 

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mendatangi lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada untuk memantau penanganan darurat serta memastikan alokasi logistik tersalurkan dengan tepat pada Rabu (26/8).

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur Johni Asadoma didampingi langsung oleh Bupati Ngada Raymundus Bena. 

Kunjungan berfokus pada titik pengungsian di Desa Turamuri yang berada di wilayah Kecamatan Bajawa Utara. 

Selain itu, serah terima bantuan logistik juga dilakukan bagi warga terdampak yang bermukim di Desa Turamuri serta Desa Mengeruda, Kecamatan Soa.

Suasana di lokasi peninjauan digambarkan sarat dengan kondisi keprihatinan sekaligus interaksi yang erat. 

Di salah satu pemukiman warga Desa Turamuri, reruntuhan tembok batako yang runtuh tampak menganga, memperlihatkan atap kayu yang retak dan puing-puing bangunan yang menumpuk di area dalam rumah.

Sementara itu, di lokasi pengungsian sementara di bawah pendopo dan tenda darurat, tumpukan bantuan logistik terisi penuh dengan bahan pangan mendasar. 

Dus-dus mi instan, rak telur ayam, peti pasokan BPBD, serta kebutuhan balita bertumpuk rapi di dekat area duduk warga. 

Anak-anak dan kaum ibu duduk melingkar di atas kursi plastik hijau dan biru, berkerumun menyaksikan proses penyaluran bantuan. 

Beberapa anak terlihat tersenyum saat berinteraksi langsung dengan jajaran pejabat yang membagikan biskuit dan makanan tambahan.

Berdasarkan pendataan terkini dari tim pemantau bencana di lapangan, dampak kerusakan akibat guncangan gempa di Kabupaten Ngada mencakup:

  • Korban Jiwa & Pengungsi: 5 orang meninggal dunia, 100 orang mengalami luka-luka, dan sebanyak 2.551 jiwa terpaksa mengungsi.
  • Kerusakan Pemukiman: Total 10.244 rumah terdampak, dengan rincian 2.368 unit rusak berat, 2.265 unit rusak sedang, dan 5.611 unit rusak ringan.
  • Fasilitas Umum & Pelayanan: Kerusakan dialami oleh 170 satuan pendidikan, 81 rumah ibadah, 99 fasilitas pelayanan kesehatan, serta 106 kantor pemerintahan.

Untuk mengurangi beban warga, pemerintah menyerahkan berbagai bahan logistik esensial. 

Pasokan tersebut mencakup telur, mi instan, minyak goreng, susu, makanan tambahan gizi, biskuit, serta daging rendang. 

Penanganan khusus kelompok rentan juga disiapkan melalui pengiriman popok serta perlengkapan khusus bayi dan balita.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada menegaskan komitmen penanganan bencana secara terpadu melalui percepatan rehabilitasi fisik dan pemulihan sosial.

Solidaritas, gotong royong, dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat bangkit dan memulihkan kehidupan setelah bencana,” ujar Wagub NTT Johni Asadoma saat memberikan arahan di depan para penyintas.

Fokus penanganan darurat ke depan meliputi kepastian pemenuhan kebutuhan dasar harian, penguatan fasilitas kesehatan lapangan, perlindungan bagi anak dan lansia, serta percepatan pembenahan infrastruktur publik maupun hunian warga. (agn)