LABUAN BAJO, KN — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendarat di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026).
Kunjungan kerja ini dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah Pulau Flores.
Suasana di landasan pacu Bandara Komodo tampak diselimuti cuaca cerah di bawah terik matahari pesisir.
Sejumlah armada udara TNI dan kepresidenan, termasuk helikopter Super Puma bernomor ekor tentara serta pesawat kepresidenan berwarna putih dengan garis merah, telah bersiaga di apron bandara.
Petugas keamanan gabungan beserta jajaran protokoler bergerak sigap di area darat untuk mengawal proses transit Presiden menuju helikopter yang akan memboyong rombongan melintasi kawasan perbukitan Flores menuju titik bencana.
Usai mendarat di Labuan Bajo, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas langsung bertolak menggunakan helikopter menuju Kabupaten Nagekeo.
Setibanya di Nagekeo, kedatangan Kepala Negara dijadwalkan bakal disambut secara langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, serta Kapolda NTT Rudi Darmoko di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/Wakanga Mere, Nagekeo.
Langkah penanganan ini menjadi krusial mengingat dahsyatnya dampak bencana.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Selasa (25/8/2026) pukul 18.00 WITA, tercatat sebanyak 7.259 kali gempa susulan mengguncang wilayah Flores pascagempa utama bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.
Sebanyak 33 kejadian di antaranya memiliki kekuatan di atas magnitudo 5, sehingga membutuhkan koordinasi percepatan pemulihan yang intensif.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kehadiran pemimpin tertinggi negara memberikan dampak moril dan kepastian bagi penanganan korban di lapangan.









Tinggalkan Balasan