NAGEKEO, KN — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026) untuk meninjau secara langsung penanganan bencana gempa bumi yang melanda Pulau Flores.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses tanggap darurat dan penyaluran bantuan kepada warga berjalan optimal.
Setibanya di lokasi penanganan bencana, Presiden Prabowo terlebih dahulu memimpin rapat koordinasi darurat bersama jajaran pemerintah pusat, TNI-Polri, Gubernur NTT Melki Laka Lena, serta Bupati Nagekeo.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara menekankan pentingnya keberanian seorang pemimpin untuk mendengar dan memahami langsung beban masyarakat paling terdampak.
Pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp20 miliar untuk seluruh kabupaten di Pulau Flores serta Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT guna memperkuat penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan pokok, hingga pemulihan fasilitas publik.
Usai memimpin rapat, Presiden Prabowo beranjak menuju area terbuka di tengah kompleks pengungsian untuk menyampaikan arahan langsung kepada ratusan penyintas bencana.
Di bawah terik matahari pesisir Flores dan dinaungi deretan pohon Glodokan yang menjulang, Kepala Negara berdiri mengagendakan pidato di depan mikrofon, didampingi jajaran menteri serta pejabat daerah yang mengenakan kemeja seragam dinas.
Ratusan warga dari berbagai kalangan usia melingkar dengan tertib, menyimak setiap baris kata yang disampaikan Presiden.
Dalam nada bicara yang tegas namun penuh simpati, Presiden menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang merenggut jiwa serta harta benda warga.
“Mereka yang kehilangan keluarganya, saya sampaikan duka mendalam. Pemerintah pusat terus-menerus memantau dan mengirim bantuan serta menyiapkan segala hal untuk mengatasi kesulitan saudara-saudara,” kata Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, Kepala Negara meminta masyarakat untuk tetap waspada dan bersabar menghadapi ancaman bencana susulan sembari pemerintah menyiapkan infrastruktur penunjang jangka panjang.
“Ini masalah alam, kita harus selalu waspada dan mengambil langkah persiapan. Langkah sementara sudah disiapkan agar sekolah bisa segera berjalan kembali, namun demi keamanan, kegiatan belajar mengajar dilakukan di tenda terlebih dahulu. Menurut kalkulasi para ahli, kita perlu bersabar maksimal tiga minggu lagi hingga kondisi relatif aman. Setelah itu, pembangunan hunian sementara dan perbaikan rumah warga akan segera dimulai. Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara berjuang sendiri. Kami hadir dan akan terus membantu,” tegas Presiden.
Seusai menyampaikan arahannya, Presiden Prabowo menyusuri lorong-lorong tenda darurat berkain terpal hijau untuk menyapa warga pengungsi.
Gemuruh sorak-sorai dan tepuk tangan langsung pecah dari kerumunan warga.
Sejumlah pengungsi berdesakan mengulurkan tangan untuk bersalaman secara langsung dengan Presiden, sementara beberapa warga lainnya berteriak riuh menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran langsung pemimpin negara di tengah situasi krisis.
Gubernur NTT Melki Laka Lena turut menyampaikan apresiasinya atas perhatian penuh dari pemerintah pusat.
Kehadiran Presiden beserta dukungan logistik, tenda pendidikan, armada distribusi, hingga bantuan dana dinilai menjadi suntikan moral yang sangat berarti bagi percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Flores. (agn)









Tinggalkan Balasan