Kehadiran tim juga mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan berupa bahan makanan pokok, terpal, pakaian, selimut dan kebutuhan dasar lainnya dinilai sangat membantu warga yang masih menghadapi dampak gempa.
Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, mengatakan keputusan untuk menyalurkan bantuan langsung ke desa-desa merupakan upaya memastikan masyarakat yang terdampak benar-benar merasakan manfaatnya.
“Kami tidak ingin hanya mengirim bantuan lalu selesai. Kami ingin datang, melihat sendiri kondisi masyarakat, mendengar apa yang mereka rasakan, dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Flores sedang berduka, dan kami ingin hadir di tengah mereka. Setidaknya, masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ucapnya.
Jerry menegaskan, kehadiran tim JHL Foundation bukan semata membawa logistik, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang masih menghadapi trauma akibat gempa.
“Ada anak-anak yang masih takut, ada orang tua yang kehilangan rumah, ada petani yang harus meninggalkan sementara tempat mereka mencari nafkah. Dalam situasi seperti ini, bantuan memang penting, tetapi kehadiran manusia untuk manusia juga tidak kalah penting. Kami datang untuk membawa keduanya: bantuan dan semangat,” ungkapnya.
JHL Foundation akan terus bergerak bersama masyarakat memastikan bantuan menjangkau wilayah yang membutuhkan. Sebab bagi JHL, hadir untuk Flores bukan sekadar datang membawa bantuan, tetapi datang untuk menemani masyarakat melewati masa sulitnya.
Di tengah proses tersebut, JHL Foundation memilih bergerak langsung dari desa ke desa. Bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi menemui warga, mendengar cerita mereka, dan memastikan bantuan hadir di tempat yang memang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang masih berhadapan dengan ketidakpastian akibat gempa, kehadiran itu menjadi lebih dari sekadar bantuan logistik. Ia menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. (*/ab)









Tinggalkan Balasan