MANGGARAI TIMUR, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menemui ratusan warga yang bertahan di tenda-tenda darurat kawasan Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, pada Sabtu (22/8). 

Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari aksi berkantor sementara di Pulau Flores yang telah ia jalankan sejak 20 Agustus guna mempercepat koordinasi penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo yang terjadi pada 15 Agustus lalu.

Di bawah naungan terpal biru dan jingga yang terpasang beralaskan tiang-tiang bambu, suasana hangat namun memprihatinkan menyelimuti lokasi pengungsian. 

Cuaca siang yang terik menyengat tidak menyurutkan para warga—mulai dari lansia yang duduk bersila di atas alas terpal biru hingga para ibu yang menggendong balita—untuk menyampaikan keluh kesah mereka. 

Dalam dialog tersebut, warga mengungkapkan bahwa pasokan air bersih dan bahan pangan harian masih menjadi kendala utama yang selama ini terpaksa dipenuhi secara swadaya. 

Menanggapi hal itu, Gubernur Melki menyerahkan paket bantuan komprehensif berupa sembako, terpal, air minum kemasan, hingga tandon air (profil tank) berkapasitas besar merk Vanesa berukuran 550 liter guna menjamin ketersediaan air bersih di posko. 

Tampak tumpukan kantong plastik hitam berisi logistik dan beras SPHP 5 kg memenuhi area depan tenda.

Gubernur Melki secara khusus mengingatkan warga agar tidak terburu-buru pulang atau memperbaiki struktur rumah yang retak sebelum kondisi dinyatakan benar-benar aman oleh pihak berwenang. 

Selain keselamatan fisik, ia juga meredam kecemasan masyarakat terkait beban ekonomi dan kewajiban finansial selama masa tanggap darurat.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Jika masih berisiko, jangan memaksakan diri kembali ke rumah. Tunggu sampai situasi dinyatakan aman,” tegas Melki Laka Lena di hadapan para pengungsi.

Ia menambahkan bahwa sesuai dengan arahan Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri Keuangan, warga terdampak bencana yang memiliki tanggungan pinjaman perbankan atau lembaga keuangan akan mendapatkan skema toleransi pelunasan. 

Langkah pemulihan dan penanganan tanggap darurat ini dipastikan akan terus bergulir secara terpadu hingga seluruh fasilitas dasar dan roda perekonomian warga pulih kembali. (agn)