Kapal Stella Maris akhirnya kembali ke Surabaya untuk diperbaiki dan baru berangkat lagi tanggal 28 Desember 1963. Tanggal 31 Desember 1963 ia tiba di Ende lalu dijemput Pater Regional Nikolaus Apeldorn, SVD. Di Ende, Pater Nicholas mendapat tugas berkarya di Lomblen (kini Lembata).
Dari Ende Pater Nico menumpang KM St Theresia menuju Larantuka ditemani Bruder Marianus, SVD. Setelah bertemu dengan Uskup Larantuka, Mgr Anthonius Thijjssen, SVD dengan Motor Siti Nirmala, Pater Nicholas didampingi Pater Lorens Hambach, SVD menuju Lewoleba diterima Dekan Lomblen, Pastor Ben Brabander, SVD.
Saat datang pertama kali ke Paroki Hati Kudus Lerek, semua orang berdecak kagum melihatnya. Gagah, ganteng apalagi sedang menunggang kuda atau sedang melaju dengan sepeda motornya.
Ia tampak begitu lembut, damai bersahaja, selalu senyum, ramah dan sangat bersahabat. Ia selalu tampil rapih dan tenang, tanpa ada kesan grasa-grusu atau mau buru-buru.
Sejak Februari 1964 Pater Nicholas menjadi Pastor Paroki Lerek selama 24 tahun, sebelum pindah ke Paroki Boto tahun 1987. Ia bertugas di Boto selama 17 tahun. Umat di kedua paroki ini sangat mengenal dekat dengan gembalanya. Pater Niko begitu dekat dan menyatu dengan umatnya. (ansel deri)



Tinggalkan Balasan