Ketua ULD-PB Provinsi NTT, Desderdea Kanni, menekankan bahwa kemitraan ini berhasil mengubah paradigma tata kelola bencana menjadi lebih adil dan manusiawi.
“Perubahan terbesar bagi kami bukan sekadar terbentuknya ULD-PB, tetapi tumbuhnya pengakuan bahwa penyandang disabilitas adalah mitra yang dapat berkontribusi dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan membangun ketangguhan bencana. Ketika semua orang dilibatkan, sistem penanggulangan bencana menjadi lebih adil dan lebih kuat,” ungkap Desderdea Kanni.
Melihat langsung dampak positif dari inovasi berbasis komunitas tersebut, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan bahwa kemandirian warga merupakan muara utama dari seluruh program penguatan kapasitas yang ada.
“Penanggulangan bencana tidak bisa hanya menjadi urusan pemerintah. Yang paling penting adalah membangun partisipasi dan kemandirian masyarakat. Karena itu, saya berharap model seperti TOP Ranger yang sudah berjalan baik di Kota Kupang dapat direplikasi di seluruh kabupaten dan kota di NTT,” ujar Melki Laka Lena.
Ia menuturkan bahwa efektivitas bantuan internasional diukur dari sejauh mana warga lokal mampu berdiri berdikari dalam menghadapi potensi risiko di wilayahnya.
“Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Australia dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di NTT. Namun yang lebih penting, dukungan ini harus menghasilkan masyarakat yang semakin mandiri dan mampu menghadapi risiko bencana di daerahnya sendiri,” tegas Gubernur Melki.
Menanggapi keberhasilan integrasi antara teknologi, kebijakan daerah, dan aksi komunitas warga tersebut, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menyampaikan rasa bangga dan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan hubungan baik ini.
“Saya bangga dapat melihat langsung hasil kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Provinsi NTT di bidang penanggulangan bencana. Menurut saya, hasilnya nyata, dan kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ini agar sistem yang telah dibangun tetap berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dubes Roderick Brazier.



Tinggalkan Balasan