Selain itu, selembar surat edaran khusus juga telah dialamatkan kepada para pelaku dunia usaha, tokoh masyarakat, serta warga umum agar bersedia menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan data yang jujur, lengkap, dan benar.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, S.ST., MT, memaparkan bahwa perhelatan Sensus Ekonomi 2026 di tingkat Kota Kupang mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 289 personel terlatih.
Formasi tersebut terdiri atas 255 Petugas Pendataan Lapangan (PML) dan 34 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang bertugas melakukan validasi berjenjang. Sasaran pendataan mencakup seluruh bangunan fisik, klaster rumah tangga, hingga unit usaha tanpa terkecuali.
“Semua bangunan akan didata. Di dalamnya terdapat rumah tangga maupun aktivitas usaha yang menjadi objek sensus. Pendataan dilakukan di seluruh kecamatan, kelurahan, hingga RT secara serentak bersama pelaksanaan sensus ekonomi di seluruh Indonesia,” jelas Ivadia Elmina Patola secara perinci.
Mengantisipasi kekhawatiran dari para pelaku usaha mengenai privasi data keuangan mereka, pihak BPS memberikan garansi penuh bahwa seluruh lembar informasi yang dihimpun bersifat sangat rahasia dan dilindungi secara ketat oleh undang-undang.
Ivadia menegaskan bahwa data sensus ini murni digunakan untuk kepentingan perencanaan pembangunan dan sama sekali tidak berkaitan dengan instrumen perpajakan. Sensus Ekonomi 2026 sendiri telah bergulir sejak 15 Juni lalu dan dijadwalkan akan berakhir pada 31 Agustus 2026 mendatang. (agn)









Tinggalkan Balasan