Emiliana menjelaskan bahwa sebelum adanya program tersebut, keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani. Proses penyiraman lahan masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih besar.

“Sekarang air tidak susah lagi karena telah dibangun infrastrukturnya oleh PLN UIP Nusra. Sebelumnya kami harus menyiram secara manual, sekarang tinggal menghidupkan pompa air dan sistem pengairan bisa berjalan lebih mudah,” ungkapnya.

Program Electrifying Agriculture PT PLN (Persero) UIP Nusra merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Melalui pemanfaatan energi listrik untuk mendukung sektor pertanian, PLN mendorong terciptanya sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan juga mampu menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.