Para peserta tidak hanya datang untuk mengejar predikat juara, melainkan bertindak sebagai wajah sosiokultural daerah yang membawa pesan perdamaian, kerukunan, dan nilai-nilai luhur Kota Kupang di level provinsi.
Oleh karena itu, ia meminta agar ketenangan mental dan keteguhan iman tetap dijaga selama masa perlombaan.
“Jangan jadikan kompetisi sebagai beban. Jadikanlah ini kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan memperluas persahabatan. Ketika kalian tampil dengan hati yang ikhlas dan niat yang baik, sesungguhnya kalian sudah menjadi pemenang. Tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menunjukkan sikap rendah hati,” ujar Jeffry memotivasi para peserta.
Pemerintah Kota Kupang juga menegaskan bahwa komitmen dalam menyokong pembinaan kehidupan beragama dan pengembangan potensi generasi muda tidak akan surut.
Meski saat ini pemerintah daerah sedang dihadapkan pada tantangan keterbatasan fiskal akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, pemenuhan hak-hak spiritual warga tetap menjadi prioritas.







Tinggalkan Balasan