Selama masa kerja sama, kedua pihak telah menyelesaikan sejumlah agenda krusial, mulai dari studi pemetaan ilmiah untuk wilayah rawan kekeringan hingga survei langsung mengenai kebutuhan riil layanan air minum di tingkat rumah tangga.

Dari serangkaian riset lapangan tersebut, tim gabungan berhasil merangkum berbagai aspirasi dan keluhan mendasar dari warga kota. 

Masalah kebocoran pipa distribusi yang memicu kehilangan air (non-revenue water) serta sulitnya akses geografis di beberapa titik pinggiran kota menjadi fokus utama yang akan diintervensi lewat sisa masa program hingga dua tahun ke depan.

“Kolaborasi yang baik tersebut menjadi dasar kepercayaan Pemerintah Australia untuk melanjutkan dukungan melalui Program CERAH hingga tahun 2028 dalam upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya air di Kota Kupang. Kami berharap komitmen yang telah dibangun bersama Pemerintah Kota Kupang dan Perumda Air Minum dapat terus diperkuat sehingga membuka peluang hadirnya dukungan program yang lebih besar di masa mendatang,” ujar Ani Talan.