“Membangun kota berarti membangun manusia dan sosial kemasyarakatannya. Jika unit keluarga kokoh, kota pun akan kuat. Cahaya Kota Kupang bukan bersumber dari obor di kantor wali kota, tapi dari lilin-lilin kecil yang menyala di rumah tangga, RT/RW, hingga kelurahan,” tutur Wali Kota filosofis.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Tim Eksekutif PKBI sebagai wujud nyata keseriusan pemerintah dalam mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing. Ke depan, Wali Kota berharap PKBI tidak lagi sekadar membatasi jumlah anak, melainkan memperluas jangkauan pada isu kesehatan reproduksi, edukasi keluarga, imunisasi, serta pemberdayaan perempuan dan anak.
Fokus pada Mutu dan Ketahanan Keluarga
Sekretaris PKBI Provinsi NTT, Agustinus L. Brewon, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh Pemkot Kupang. Ia menjelaskan bahwa PKBI yang telah berkiprah di Indonesia sejak 1957 (dan di NTT sejak 1988) bergerak lewat tiga elemen utama, yakni Pengurus, Eksekutif, dan Forum Remaja.
“Kami sangat mengapresiasi visi Wali Kota Kupang. Beliau memahami bahwa berbagai problem daerah, termasuk penyebaran HIV, kerap berakar dari rapuhnya kondisi keluarga. PKBI hadir untuk mengawal terciptanya keluarga yang berkualitas,” kata Agustinus.





Tinggalkan Balasan