Menurutnya, setiap anak memiliki talenta unik yang wajib diidentifikasi, didampingi, dan difasilitasi.
“Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Tugas kita adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi itu. Jangan sampai ada anak berbakat yang kehilangan kesempatan hanya karena tidak mendapat pendampingan yang tepat,” tegas Serena.
Sebagai langkah konkret, Serena membuka akses bagi para siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola dan futsal.
Pemerintah Kota Kupang siap menjembatani pembinaan lanjutan melalui jejaring kemitraan strategis, termasuk menghubungkan para siswa potensial dengan klub-klub sepak bola lokal yang kompeten.
Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang paling berharga bagi masa depan Kota Kupang, yaitu dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk bertumbuh sesuai dengan minat mereka.
Komitmen penyiapan jalur pembinaan atlet muda ini disambut baik oleh pihak sekolah. Decky Fanggidae mengonfirmasi bahwa beberapa siswa kelas VI yang akan lulus memang telah mengukir prestasi dan menunjukkan potensi besar di bidang olahraga pada level lokal.
Menutup audiensi, Serena mendorong pihak sekolah dan orang tua untuk terus bersinergi menjaga motivasi anak-anak agar berani bermimpi besar.
Kepala Sekolah SD Kristen Hosana, Decky Fanggidae, mengucapkan terima kasih atas perhatian penuh dari pemerintah kota.
Ia berharap kolaborasi tripartit antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua dapat berjalan konsisten demi melahirkan generasi pembaharu yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di NTT. (agn)



Tinggalkan Balasan