KUPANG, KN — Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pengembangan potensi generasi muda di Kota Kupang.
Dukungan ini tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, melainkan juga menyasar pembinaan bakat non-akademik serta pembentukan karakter siswa sejak dini.
Komitmen tersebut disampaikan Serena saat menerima audiensi dari jajaran manajemen SD Kristen Hosana Kupang bersama perwakilan orang tua murid di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Senin (8/6).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan ini terasa spesial, sebab Serena merupakan alumni yang pernah menimba ilmu di sekolah tersebut.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Sekolah SD Kristen Hosana, Decky Fanggidae, Ketua Panitia Acara Pelepasan, Joni Jihanis Tobe, beserta jajaran.
Sementara itu, Wakil Wali Kota didampingi oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.
Selain menyerahkan undangan resmi kepada Wakil Wali Kota untuk menghadiri acara perpisahan siswa kelas VI yang dijadwalkan pada 13 Juni 2026 mendatang, pihak sekolah juga memaparkan sejumlah capaian impresif.
Saat ini, SD Kristen Hosana sukses menembus jajaran 10 besar sekolah berprestasi di Kota Kupang. Bahkan, salah satu anak didiknya berhasil menyabet peringkat keenam dalam ajang prestasi pendidikan tingkat kota.
Mendengar laporan tersebut, Serena menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa bangganya terhadap dedikasi seluruh ekosistem sekolah.
“Prestasi ini bukan hasil kerja satu orang, tetapi buah dari kolaborasi yang baik antara sekolah, guru, orang tua, dan para siswa. Saya bangga karena SD Kristen Hosana terus menunjukkan kualitasnya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai Kristiani,” ujar Serena.
Sebagai alumni, ia mengakui adanya kedekatan emosional yang kuat dengan almamaternya. Namun, Serena menggarisbawahi bahwa parameter keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari angka-angka di atas kertas rapor.
Menurutnya, setiap anak memiliki talenta unik yang wajib diidentifikasi, didampingi, dan difasilitasi.
“Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Tugas kita adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi itu. Jangan sampai ada anak berbakat yang kehilangan kesempatan hanya karena tidak mendapat pendampingan yang tepat,” tegas Serena.
Sebagai langkah konkret, Serena membuka akses bagi para siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola dan futsal.
Pemerintah Kota Kupang siap menjembatani pembinaan lanjutan melalui jejaring kemitraan strategis, termasuk menghubungkan para siswa potensial dengan klub-klub sepak bola lokal yang kompeten.
Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang paling berharga bagi masa depan Kota Kupang, yaitu dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk bertumbuh sesuai dengan minat mereka.
Komitmen penyiapan jalur pembinaan atlet muda ini disambut baik oleh pihak sekolah. Decky Fanggidae mengonfirmasi bahwa beberapa siswa kelas VI yang akan lulus memang telah mengukir prestasi dan menunjukkan potensi besar di bidang olahraga pada level lokal.
Menutup audiensi, Serena mendorong pihak sekolah dan orang tua untuk terus bersinergi menjaga motivasi anak-anak agar berani bermimpi besar.
Kepala Sekolah SD Kristen Hosana, Decky Fanggidae, mengucapkan terima kasih atas perhatian penuh dari pemerintah kota.
Ia berharap kolaborasi tripartit antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua dapat berjalan konsisten demi melahirkan generasi pembaharu yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di NTT. (agn)





Tinggalkan Balasan