KUPANG, KN — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang. 

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tanggung jawab baru ini bukanlah sekadar mengejar posisi atau status sosial, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk mengabdi dan memajukan dunia olahraga di Kota Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Christian menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para pengurus cabang olahraga yang telah memberikan kepercayaan kepadanya melalui musyawarah. 

Ia juga memberikan penghormatan tinggi kepada jajaran pengurus KONI periode sebelumnya, termasuk Jefri Riwu Kore dan Fahren Funay, atas dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan yang telah mereka berikan selama ini.

Menurutnya, meski masa jabatan ada batasnya, teladan yang ditinggalkan para pengurus lama akan terus menjadi acuan ke depan.

Rumah yang Tak Asing

Bagi Christian, lingkungan KONI sudah seperti rumah sendiri. Ia menceritakan rekam jejak panjangnya di dunia olahraga, bahkan jauh sebelum dirinya terpilih menjadi anggota DPRD maupun Wali Kota Kupang. 

Christian tercatat pernah aktif sebagai pengurus KONI selama dua periode, menjabat Ketua Bidang Kesehatan KONI Provinsi NTT, memimpin Pengprov Wushu NTT di awal pembentukannya, hingga saat ini masih dipercaya menjadi Ketua Umum Tarung Derajat Provinsi NTT.

Dari pengalaman panjang tersebut, ia memetik pelajaran berharga mengenai pembentukan karakter, kedisiplinan, ketangguhan, serta pentingnya kerja sama tim.

“Bakat mungkin bisa memenangkan satu pertandingan, tetapi kerja sama tim yang solid akan memenangkan sebuah kejuaraan,” ujarnya, mengutip sebuah pesan bijak.

Dukungan Penuh Anggaran dan Kolaborasi

Menyadari latar belakang pengurus baru yang sangat beragam—mulai dari ASN, akademisi, hingga kalangan profesional—Christian optimistis bahwa perbedaan tersebut justru akan menjadi kekuatan utama dalam bekerja sama.

Guna mendorong prestasi atlet, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memberikan dukungan penuh. 

Selain mengalokasikan dana hibah sebesar Rp2 miliar untuk KONI, Pemkot Kupang juga menyiapkan anggaran khusus di luar dana hibah tersebut untuk menyelenggarakan ajang Wali Kota Cup tahun ini. 

Kompetisi tersebut akan mempertandingkan berbagai cabang olahraga, seperti badminton, tinju, tenis, catur, voli pasir, fun run, kempo, basket, biliar, hingga e-sport.

Di samping itu, Pemkot Kupang juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan mendukung penuh KONI Provinsi NTT dalam rangka menyongsong persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028, di mana NTT dan NTB akan bertindak sebagai tuan rumah bersama.

Sebagai penutup, Christian mengingatkan seluruh pengurus akan pentingnya menjaga konsistensi. 

Ia menekankan bahwa memulai sesuatu dengan komitmen di atas kertas adalah hal yang mudah, namun tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana merawat konsistensi tersebut hingga akhir perjuangan. (agn)