Ia menekankan, kunci prestasi adalah jam terbang tinggi dan latihan disiplin. Johni mencontohkan pengalamannya meraih medali SEA Games 1983 di Singapura saat usia 17 tahun.
“Kenapa saya bisa meraih prestasi? Karena saya berlatih tidak mengenal waktu. Kalau teman-teman latihan seminggu tiga kali, saya satu hari empat kali lima kali,” ungkap mantan petinju nasional, yang pernah mewakili Indonesia di Olimpiade itu.
“Siapa yang setiap dia kemenangan hanya diraih oleh mereka yang rajin berlatih. Kalau sekarang kalah jadikan ini pengalaman untuk berlatih lebih,” tambahnya.
Rektor UPG 1945 NTT, Ully Riwu Kaho menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh wasit, pelatih, atlet, tamu undangan, serta seluruh unsur yang terlibat.
Ia menegaskan bahwa kehadiran para peserta merupakan sebuah kehormatan besar, mengingat olahraga memiliki kekuatan luar biasa untuk mempersatukan masyarakat dalam satu semangat persaudaraan dan prestasi.
“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Lebih dari itu, ini adalah upaya bersama untuk membangun karakter generasi muda, memperkuat mental juang, dan membentuk atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa,” ujar Riwu Kaho





Tinggalkan Balasan