Program nikah massal ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan legalitas pernikahan yang sah secara hukum dan agama. Sebelumnya, program serupa telah dilakukan bagi 49 pasangan di Gereja Katolik, dan akan terus berlanjut bagi denominasi gereja lainnya.
Pembangunan Manusia dan Program Sosial 2026
Wali Kota menjelaskan bahwa membangun kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas hidup manusia melalui institusi keluarga. Selain nikah massal, dr. Christian juga memaparkan sejumlah program pelayanan sosial yang tengah berjalan pada tahun 2026, antara lain:
- Pemberian 695 beasiswa pendidikan.
- Sunatan massal untuk 100 anak.
- Program bedah rumah untuk 500 unit rumah warga.
Terkait bedah rumah, Wali Kota mengajak warga yang memenuhi syarat untuk segera melengkapi berkas pendaftaran sebelum batas waktu berakhir.
Ketua Klasis GMIT Kota Kupang Barat, Pdt. Lelin Ita Fointuna-Ndun, S.Th., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Kupang. Ia menilai program ini sebagai agenda mulia bagi keluarga Kristen di Kupang.
“Kami mengapresiasi perhatian Bapak Wali Kota yang terus menghadirkan program yang berpihak kepada masyarakat dan gereja,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada para mempelai agar senantiasa menjaga kekudusan pernikahan dan membangun rumah tangga yang harmonis.







Tinggalkan Balasan