Wali Kota menjelaskan bahwa membangun kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas hidup manusia melalui institusi keluarga. Selain nikah massal, dr. Christian juga memaparkan sejumlah program pelayanan sosial yang tengah berjalan pada tahun 2026, antara lain:

  • Pemberian 695 beasiswa pendidikan.
  • Sunatan massal untuk 100 anak.
  • Program bedah rumah untuk 500 unit rumah warga.

Terkait bedah rumah, Wali Kota mengajak warga yang memenuhi syarat untuk segera melengkapi berkas pendaftaran sebelum batas waktu berakhir.

Ketua Klasis GMIT Kota Kupang Barat, Pdt. Lelin Ita Fointuna-Ndun, S.Th., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Kupang. Ia menilai program ini sebagai agenda mulia bagi keluarga Kristen di Kupang.

“Kami mengapresiasi perhatian Bapak Wali Kota yang terus menghadirkan program yang berpihak kepada masyarakat dan gereja,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada para mempelai agar senantiasa menjaga kekudusan pernikahan dan membangun rumah tangga yang harmonis.

Acara diisi dengan pesan menyentuh dari Wali Kota kepada 47 pasangan baru tersebut. “Pernikahan bukan akhir dari perjalanan cinta, tetapi awal dari perjalanan panjang untuk saling menjaga seumur hidup,” pungkasnya.(*)