Kupang, KN – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen pemerintahannya untuk senantiasa hadir sebagai pelayan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Nikah Massal Pemerintah Kota Kupang yang diselenggarakan di Gereja GMIT Pniel Sikumana, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 47 pasangan mempelai dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Klasis GMIT Kota Kupang Barat, Pdt. Lelin Ita Fointuna-Ndun, S.Th., jajaran Majelis Jemaat GMIT Pniel Sikumana, para Kepala Perangkat Daerah, serta camat dan lurah setempat.

Dalam pidatonya, Christian menyampaikan bahwa pemilihan GMIT Pniel Sikumana sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi gereja tersebut dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di Kota Kupang.

Ia menekankan bahwa di usia Kota Kupang yang ke-140 dan 30 tahun sebagai daerah otonom, esensi otonomi daerah haruslah bermuara pada kebijakan yang pro-rakyat.

“Pemerintah Kota Kupang lima tahun ke depan bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi orang yang melayani. Memerintah adalah melayani,” tegas dr. Christian.

Program nikah massal ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan legalitas pernikahan yang sah secara hukum dan agama. Sebelumnya, program serupa telah dilakukan bagi 49 pasangan di Gereja Katolik, dan akan terus berlanjut bagi denominasi gereja lainnya.

Pembangunan Manusia dan Program Sosial 2026

Wali Kota menjelaskan bahwa membangun kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas hidup manusia melalui institusi keluarga. Selain nikah massal, dr. Christian juga memaparkan sejumlah program pelayanan sosial yang tengah berjalan pada tahun 2026, antara lain:

  • Pemberian 695 beasiswa pendidikan.
  • Sunatan massal untuk 100 anak.
  • Program bedah rumah untuk 500 unit rumah warga.

Terkait bedah rumah, Wali Kota mengajak warga yang memenuhi syarat untuk segera melengkapi berkas pendaftaran sebelum batas waktu berakhir.

Ketua Klasis GMIT Kota Kupang Barat, Pdt. Lelin Ita Fointuna-Ndun, S.Th., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Kupang. Ia menilai program ini sebagai agenda mulia bagi keluarga Kristen di Kupang.

“Kami mengapresiasi perhatian Bapak Wali Kota yang terus menghadirkan program yang berpihak kepada masyarakat dan gereja,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada para mempelai agar senantiasa menjaga kekudusan pernikahan dan membangun rumah tangga yang harmonis.

Acara diisi dengan pesan menyentuh dari Wali Kota kepada 47 pasangan baru tersebut. “Pernikahan bukan akhir dari perjalanan cinta, tetapi awal dari perjalanan panjang untuk saling menjaga seumur hidup,” pungkasnya.(*)