Merespons hal tersebut, dr. Christian menyatakan bahwa Pemkot Kupang tidak hanya bicara soal gedung, tetapi juga soal kualitas manusia. “Kami terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai investasi jangka panjang. Harmoni pembangunan antara pusat, provinsi, dan kota adalah kunci percepatan,” tambahnya.

Forum Kolaborasi Lintas Sektor

Musrenbang ini menjadi sangat strategis karena dihadiri oleh pemangku kepentingan tingkat tinggi, mulai dari Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, jajaran pimpinan DPRD NTT, hingga unsur Forkopimda dan Direktur Utama Bank NTT.

Kehadiran Wali Kota yang didampingi jajaran teknis dalam sesi desk pembahasan lintas sektor menunjukkan keseriusan Pemkot Kupang dalam mengawal usulan-usulan pembangunan agar terakomodasi dalam penganggaran provinsi maupun pusat.

Menutup keterangannya, Wali Kota kembali mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah tetangga untuk melihat pembangunan sebagai satu kesatuan ekosistem. Ia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kota Kupang akan secara otomatis mengangkat kesejahteraan wilayah di sekitarnya.

Partisipasi aktif Wali Kota dalam Musrenbang ini menunjukkan pergeseran paradigma kepemimpinan dr. Christian Widodo yang lebih mengedepankan kolaborasi vertikal. Dengan memastikan Kota Kupang seirama dengan Provinsi, sinergi untuk proyek-proyek strategis di ibu kota diprediksi akan semakin terbuka lebar di tahun 2027. (*)